10 Cara Mengurangi Nafsu Belanja bagi para Shopaholics

0
87
Beri Nilai untuk Artikel ini

Bagi kamu yang tergolong Shopaholics yang ingin mengurangi keinginan belanjanya, berikut ini 10 cara yang bisa kamu lakukan.

 

Mengurangi nafsu belanja bagi yang sudah kecanduan merupakan tantangan tersendiri, karena terkadang, apabila tidak didukung keadaan finansial yang memadai, hanya akan merepotkan dibandingkan memberi kepuasan setelah kegiatan belanja tersebut dilakukan.

Sebelum mengarah ke cara-cara mengurangi nafsu belanja, sebenarnya apa saja ciri-ciri seorang shopaholic tersebut?

 

Ciri-ciri Shopaholics

Seseorang yang memiliki kecanduan belanja, atau yang disebut dengan shopaholics, biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berbelanja melebihi kemampuan finansial
  2. Marah, merasa bersalah, atau depresi setelah belanja yang melampaui batas
  3. Selalu memiliki tendensi untuk berbelanja
  4. Belanja dianggap sebagai obat stress
  5. Hubungan dengan pasangan atau keluarga yang memburuk dikarenakan hal ini
  6. Membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya (kompulsif)
  7. Tidak kapok meskipun mengalami kesulitan keuangan setelah berbelanja
  8. Memiliki obsesi terhadap uang
  9. Kegiatan belanja berlebihan ini dilakukan secara rutin (kalau tidak rutin belum tergolong sebagai shopaholics)

 

Belanja Impulsif vs Belanja Kompulsif

Kompulsif berbeda dengan Impulsif.

Berbelanja secara impusif berarti kegiatan belanja suatu barang dilakukan tanpa rencana dikarenakan faktor eksternal, seperti tiba-tiba melihat tas branded sedang diskon dan akhirnyamembeli meskipun tidak direncanakan sebelumnya.

Sementara, belanja secara kompulsif berarti kegiatan belanja tersebut didorong oleh faktor internal (dari dalam diri sendiri), seperti untuk mengurangi stress, kecemasan berlebihan, atau mengobati kesedihan atau depresi.

Umumnya mereka yang melakukan kegiatan belanja secara kompulsif akan merasakan dampak negatif setelahnya seperti perasaan bersalah, stress, rendah diri, dsb.

Yang dimaksud dengan shopaholic, atau yang juga dikenal dengan Compulsive Buying Disorder (CBD) disini merupakan mereka yang tergolong sering melakukan kegiatan belanja secara kompulsif.

 

BACA JUGA :  Tips Melakukan Belanja Online dengan Aman

 

Cara Mengurangi Nafsu Belanja bagi Shopaholics

Selanjutnya kita akan mengarah kepada cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi nafsu belanja tersebut.

Menyadari bahwa kamu memiliki masalah

Yang perlu dilakukan pertama-tama adalah menyadari bahwa “hobi” belanja ini merupakan masalah bagi kamu.

Selama kamu tidak mengakui atau menyadari bahwa kamu adalah seorang shopaholic maka tentunya kecenderungan berbelanja secara berlebihan yang memberikan dampak negatif bagi dirimu tidak akan bisa disembuhkan.

 

 

 

Tidak menggunakan kartu kredit

Ini sebenarnya merupakan cara yang bisa diterapkan baik bagi kamu yang sering berbelanja impulsif maupun kompulsif.

Dengan menggunakan kartu debit dan atau membayar secara tunai, akan mampu mencegah diri kamu untuk berbelanja secara berlebihan, karena kamu tidak bisa “berhutang” terlebih dahulu menggunakan kredit.

Setidaknya cara ini bisa mengurangi dampak negatif seperti hutang kartu kredit yang menumpuk bagi para shopaholics.

 

Mencari aktivitas lain saat senggang

Cobalah mengalihkan perhatianmu ke hal lain di luar belanja.

Perasaan stress dan depresi tidak hanya bisa disalurkan dengan belanja saja, kamu bisa mencoba mengalihkannya ke kegiatan lain seperti melakukan kegiatan amal, menulis, atau apapun yang bisa mengalihkan perhatian kamu dari berbelanja.

 

Biasakan pikirkan dampak negatif yang akan terjadi saat keinginan belanja muncul

Usahakan sebelum memutuskan untuk berbelanja, coba kamu pikirkan dahulu dampak-dampak yang akan terjadi secara dalam.

Pikirkan penyesalan yang nanti akan muncul, atau kondisi keuangan yang semakin memburuk, dan lain sebagainya.

Diharapkan dengan memikirkan dampak yang akan terjadi apabila kamu tetap nekat berbelanja akan bisa sedikit meredam keinginan kamu untuk melakukan kegiatan belanja tersebut.

 

 

Hindari lokasi belanja yang biasa kamu datangi

Yang dimaksud dengan lokasi di sini tidak hanya pusat perbelanjaan saja ya.

Akun instagram atau website tempat kamu biasa belanja online juga sebaiknya tidak kamu akses dengan alasan apapun.

 

Minta bantuan kepada orang terdekat untuk mengingatkan

Orang terdekat, baik pasangan, sahabat, maupun keluarga merupakan tempat terbaik untuk membantu kita mengatasi masalah belanja kompulsif ini.

Mintalah mereka untuk mengingatkan kamu atau bahkan dengan metode yang agak “keras” seperti membatasi akses ke kendaraan, hape, atau internet.

 

Berhenti berlangganan surat atau email promo dari tempat belanja

Hentikan semua langganan katalog, maupun newsletter via email dari tempat-tempat belanja favorit.

Ini dimaksudkan untuk mengurangi terekspose nya diri kamu dengan promo-promo atau produk-produk baru yang mereka tawarkan.

 

Buang kartu keanggotaan dari tempat belanja

Buang semua kartu membership dari tempat belanja favorit kamu. Program diskon member atau benefit lainnya dengan menjadi member tentunya tidak akan membantu dalam mengurangi aktifitas belanja kompulsif mu.

 

Tulis semua perasaan bersalah yang kamu rasakan usai berbelanja

Buat semacam catatan kecil atau diari dari segala hal negatif yang kamu rasakan usai berbelanja.

Perasaan bersalah, menumpuknya hutang, stress, depresi, dan lain-lain yang kamu rasakan sebaiknya dicatat agar nantinya bisa kamu baca saat dorongan untuk berbelanja tersebut muncul kembali.

 

Membuat janji dengan Ahli Terapi

Langkah paling akhir, apabila cara-cara di atas masih belum berhasil, adalah dengan membuat janji dengan ahli terapi untuk membantu mengatasi hal ini.

Buang semua perasaan malu, minder, atau apapun, karena para ahli terapi tersebut bisa menganalisa lebih dalam dan juga memberikan metode-metode yang lebih sesuai dengan keadaan diri kamu.

 

 

Nah demikianlah beberapa cara yang diharapkan dapat membantu kamu yang masuk ke dalam golongan shopaholics, supaya dapat mengurangi keinginan berbelanja kamu.

Semoga bermanfaat.

 

 

Beri Komentar