WAJIB dibaca: 13 Alasan Kenapa Kamu Tidak Sesukses yang Semestinya

0
87
Beri Nilai untuk Artikel ini

Kamu merasa memiliki kemampuan, tetapi terkadang hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan ekspektasi, atau bahkan tidak mencapai ekspektasi tersebut. Berikut ini 13 Alasan Kenapa Kamu Tidak Sesukses yang Semestinya.

 

1. Malas

Faktor pertama yang perlu kamu introspeksi adalah apakah kamu terkadang masih terlalu malas untuk “bergerak”.

Ini menjadi penyakit utama yang ditandai dengan kamu terlalu banyak melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak membawa pengaruh untuk mencapai tujuan.

2. Merasa ber-hak

Kamu merasa memiliki “hak” untuk menjadi sukses.

Sayangnya hampir tidak ada seorang pun yang begitu, karena kita harus bekerja keras untuk mencapai tujuan kita.

3. Takut

Bisa jadi kamu sebenarnya takut.

Takut terlihat buruk di mata orang lain dan keluarga, takut orang-orang sekitar kamu membicarakan yang buruk tentang kamu, walaupun ternyata ini sebenarnya hanya salah satu “alasan” kamu untuk tidak mulai bergerak.

4. Pola pikir Negatif

“Ah nggak mungkin saya bisa ini” atau “Ah nggak mungkin bisnis ini bisa sukses”.

Kalau kamu masih memiliki pikiran tersebut, padahal belum dicoba dan tidak memiliki bukti konkrit, sangat wajar kalau kamu tidak sesukses yang semestinya. Usahakan tanamkan setiap hari pola pikir Positif meskipun sedang dilanda kegagalan atau kesusahan.

5. Terlalu banyak berpikir

Faktor lainnya adalah kamu bisa jadi masih terlalu banyak meng-analisa.

Bukan berarti merencanakan sesuatu dengan matang itu salah, tetapi terkadang kamu terlalu lama berkutat dengan hal tersebut tanpa ada tindakan atau aksi yang konkrit.

6. Tidak memiliki tujuan

Kamu tidak memiliki goals atau tujuan dengan langkah-langkah yang jelas.

Kamu terlalu banyak mengandalkan dan berharap pada keberuntungan. Ini di luar faktor agama atau kepercayaan ya, maksudnya di sini kamu masih memiliki mental “apapun yang terjadi, terjadilah” dan tidak memiliki visi yang jelas atas tindakan-tindakan kamu.

7. Mental Korban

Kamu merasa di-dzalimi, kamu merasa di-curangi, kamu merasa dihalang-halangi.

Itulah yang dimaksud dengan mental korban. Meskipun seandainya realita-nya benar begitu, kamu perlu menunjukkan kamu memiliki mental pejuang dan bisa mencari cara untuk mengakali keadaan tersebut, dan bukannya malah menyalah-nyalahkan keadaan.

8. Terlalu banyak alasan

“Tapi saya tidak se-pintar itu”, “Saya tidak tahu caranya”, “Saya tidak ada waktu mengerjakannya”, dan lain sebagainya.

BACA JUGA :  Cara Mudah Install Whatsapp Tanpa Verifikasi Nomor Telepon

Kalau kamu memiliki pola pikir seperti itu, sebaiknya kamu buang jauh-jauh. Karena terkadang alasan-alasan itu muncul karena kamu tidak mau mengorbankan hal lainnya seperti waktu, atau materil.

Ingat untuk meraih kesuksesan kamu wajib melakukan pengorbanan atau paling tidak, menyusun ulang jadwal kamu untuk bisa menyisipkan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya tidak kamu lakukan karena alasan-alasan tersebut.

9. Suka membuang-buang waktu

Kamu terlalu banyak melakukan hal-hal yang tidak produktif.

Terlalu banyak waktu yang kamu alokasikan untuk bermalas-malasan atau tidak melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan sesuatu.

10. Terlalu banyak berkutat di Sosmed

Bukannya tidak boleh ya, tetapi terkadang waktu yang kamu alokasikan untuk Media Sosial terlalu banyak yang sebenarnya tidak memiliki manfaat apa-apa, yang malah terkadang membuat kamu menjadi melakukan hal-hal yang negatif seperti mencela orang dan mem-bully.

11. Minder

Kamu terlalu kurang PeDe dalam bertindak. Kamu terlalu takut akan dampak-dampak yang sebenarnya tidak akan terjadi apabila kamu bisa meng-akali nya. Kamu juga terlalu merasa tidak memiliki kemampuan yang lebih dibanding orang-orang yang sukses tersebut.

12. Tidak ingin menjadi sukses

Nah, coba analisa kembali, sebenarnya kamu ingin menjadi sukses/berhasil atau tidak.

Kalau kamu merasa kamu tidak siap atas konsekuensi-konsekuensinya apabila kamu sukses/berhasil ya pastinya kamu tidak akan sukses.

Misalnya, kamu lebih memilih atau nyaman menjadi staff karena kamu takut apabila kamu ambisius dan meraih posisi manajer maka kamu akan terlalu sibuk bekerja, atau akan menimbulkan ketidaksukaan dari para kolega, dsb.

13. Tidak percaya kamu bisa sukses

Berbeda dengan poin nomor 12, kalau yang satu ini bukannya kamu tidak ingin melainkan kamu tidak percaya kamu bisa menjadi sukses. Ini ada korelasinya dengan poin nomor 4, 5, 7, 8, dan 11.

Demikian 13 Alasan Kenapa Kamu Tidak Sesukses yang Semestinya. Apabila kamu masih ingin memperoleh kesuksesan, coba analisa kembali apakah ada satu atau beberapa dari alasan tersebut yang masih ada di diri kamu, dan segera ambil tindakan untuk mengurangi atau mengubahnya.

Beri Komentar