AMD Ryzen 5 1600x vs 1600: Bagusan mana?

0
496

Dengan kode merek yang sama, hanya dibedakan dengan huruf x di belakangnya, sebenarnya bagusan mana sih antara AMD Ryzen 5 1600 vs 1600x? Sama saja? atau ada yang lebih unggul?

[ad_1]

 

Perbedaan kinerja yang drastis bisa dipastikan kecil kemungkinannya kalau membandingkan fitur pabrikan, yang membedakan adalah seri 1600 yang lebih murah dibundel dengan ‘Wraith Spire’ cooler 95watt, sedangkan 1600x tidak ada pendingin sama sekali.

Tetapi apakah itu saja bedanya?

Tentu tidak. Seri 1600x memiliki fitur XFR alias eXtended Frequency Range yang berfungsi semacam turbo guna mengatur agar CPU bisa overclock diri sendiri secara lebih ‘sadis’ selama daya, arus listrik, dan suhu berada di kondisi memungkinkan.

Fitur XFR secara default sudah menyala pada seri 1600x, dan akan mati apabila kita meng-overclock secara manual.

 

[wp_ad_camp_4]

 

1600x diklaim memiliki kecepatan clock dasar dari 3.6GHz, dorongan clock 4.0 GHz dan kecepatan XFR dorongan maksimum 4.1GHz. Namun angka-angka tersebut sedikit menyesatkan.

Sebagai contoh, pada 1600x, boost pada frekuensi hanya akan memungkinkan untuk mencapai 4 – 4.1GHz untuk beban kerja single-threaded, tetapi CPU tidak akan benar-benar meningkat lebih dari 3.7GHz pada multi-threaded.

Sementara untuk AMD Ryzen 5 1600 beroperasi pada frekuensi clock dasar 3.2GHz dan diklaim dapat ditingkatkan hingga 3.6GHz, namun dorongan frekuensi hanya akan tercapai pada single core.

Pada prakteknya, boost pada seri 1600 ternyata juga bisa mencapai setingkat seri X dan serasa memiliki fitur XFR.


Pada 1600, frekuensi maksimum saat multi-thread adalah 3.4GHz, yang menunjukkan nilai yang 8% lebih rendah dari 1600x. Tentu saja, angka-angka ini akan berbeda jika kamu overclock secara manual, yang tentunya merupakan peluang yang tidak boleh disia-siakan mengingat bahwa Ryzen CPU semua sudah unlocked dan 1600 dapat didorong cukup keras dengan kotak pendingin Wraith Spire.

Jika kamu tidak berencana untuk overclock, maka 1600x adalah pilihan CPU yang lebih cepat sedangkan 1600 adalah CPU yang lebih value dibandingkan seri X nya, dikarenakan harga yang lebih murah dan ditambah bonus pendingin.

Kemungkinan besar, 1600x akan mampu mencapai frekuensi yang lebih besar dan beberapa bukti tentang hal ini sudah terlihat pada 1700 dan 1700x.

Pengujian yang dilakukan pada 1600x ternyata tidak kesulitan mencapai 4.1GHz di hanya 1,38 volt dan kemungkinan dapat mencapai 4.2GHz setelah meningkatkan tegangan hingga 1,5 volt, tetapi AMD merekomendasikan tegangan maksimal adalah 1,45 volt supaya lebih awet.

Pada tegangan 1,38volt pula, 1600 dapat mencapai 4GHz. Dan meningkatkan tegangan hingga 1,4 volt berhasil mencapai overclock stabil di 4,05GHz.

Dari berbagai pengujian dan ulasan tentang produk ini, hasil yang didapat berbeda-beda dan kebanyakan hanya dapat mencapai 4GHz untuk 1600x, jadi anggap saja angka tersebut (4GHz) adalah patokanmu.

Untuk beban kerja single-threaded, overclock manual tidak akan benar-benar menjadi lebih cepat daripada kinerja XFR saham 4.1GHz, tetapi kinerja multi-threaded semestinya akan 11% lebih cepat untuk 1600x dan 21% lebih cepat untuk 1600.

 

[wp_ad_camp_4]

 

Uji Sistem Specs

Benchmark

Performa memory untuk Ryzen 5 1600 akan mentok pada 2933, sehingga kecepatan memory masih bergantung pada CPU. Ini akan memberikan 1600x sedikit keuntungan lebih selain clock speed yang sudah lebih tinggi.

Walau begitu, hasil ini sebenarnya sudah cukup baik bagi 1600 dengan throughput memory 35GB/s.

Ketika pengujian dengan Cinebench R15, 1600x 10% lebih cepat dalam tes multi-threaded dan 11% lebih cepat dalam tes single-threaded, yang tentunya sesuai dengan harapan.

 

Dari tes 7-zip dapat terlihat bahwa 1600x lebih cepat sekitar 7-8% dibandingkan 1600.

 

Pengujian kinerja dengan game Hitman dapat terlihat bahwa 1600x hanya 4% lebih cepat dari 1600 ketika membandingkan baik frame rate rata-rata atau minimum. Jelas bukan perbedaan yang signifikan dan itu menjelaskan mengapa kita tidak melihat banyak keuntungan berharga dalam kebanyakan game saat overclocking Ryzen.

 

Selanjutnya pengujian tanpa OC pada game Ashes of Singularity: Escalation dapat terlihat bahwa 1600x hanya unggul sekitar 2 sampai 3%, sehingga sekali lagi terlihat 1600x bukan investasi yang baik untuk high-end high-performance gaming.

 

Setelah dilakukan OC pada kedua seri, makin terlihat bahwa performa 1600x tidak terlalu mengesankan dibandingkan 1600, karena nilai keduanya seimbang di sini.

 

[wp_ad_camp_4]

Kesimpulan

 

Dengan harga yang lebih murah dan juga bonus pendingin, 1600 merupakan pilihan yang tepat bagi kamu yang mencari CPU bertenaga dan terjangkau, setidaknya apabila dibandingkan 1600x, terutama kalau ingin mencari CPU untuk kebutuhan gaming.

Bahkan performa AMD Ryzen 5 1600 melebih intel i5-7500 dan i5-7600K yang harganya lebih mahal, jadi jelas merupakan investasi yang lebih baik.

Semoga artikel ini bermanfaat ya.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here