9 Jenis Pekerjaan IT dan Kisaran Gaji Mereka (di Luar Negeri)

9 Jenis Pekerjaan IT dan Kisaran Gaji Mereka (di Luar Negeri)

Spread the love

Pada artikel kali ini, Asaljeplak akan membahas mengenai jenis-jenis dan tipe pekerjaan dari seorang yang bergerak di bidang IT dan juga kisaran gaji mereka (di luar Negeri).

Kebanyakan orang yang tidak menggeluti dunia Teknologi Informasi akan menganggap seorang IT itu bisa melakukan apa saja yang terkait dengan bidang IT tersebut. Mulai dari memperbaiki mesin printer yang rusak, bahkan sampai urusan Microsoft Office.

Kalau kamu seorang IT yang membaca tulisan di atas pasti langsung sedikit protes, “apa urusannya saya dengan mesin printer? itu urusan orang jaringan atau teknisi!!”, atau, “Microsoft Office? PHP kali maksudnya?”

Ya, kamu tidak salah baca, karena memang begitu mindset mereka yang tidak tahu betul apa sih pekerjaan IT tersebut, ada apa saja jenis dan tipe-nya, terutama mereka yang masih berfikir: MS Office kan di komputer berarti orang IT mestinya bisa, dan lain sebagainya.

Ditambah lagi, dikarenakan ketidaktahuan tersebut, mereka juga sangat sering terlihat tidak terlalu menganggap pekerjaan IT itu penting dan bahkan ada diantara mereka yang terkesan menganggap pekerjaan IT itu mudah (padahal sendirinya nggak bisa).

Kalau kamu termasuk dari mereka yang tidak menggeluti dunia IT dan belum memahami tentang pekerjaan yang mereka lakukan serta jenis-jenis orang IT/programmer, berikut ini Asaljeplak akan memberikan 9 jenis pekerjaan IT dan juga berapa sih kisaran gaji IT yang mereka berikan di luar negeri sana.

1. Web Developer

Pekerjaan ini yang mulai booming semenjak era internet datang. Mereka yang menjadi web developer bertugas untuk merancang, menyusun, dan meng-coding suatu website untuk dapat berfungsi sesuai yang diharapkan.

Web developer sendiri juga memiliki beberapa spesialisasi yang biasanya terbagi atas bahasa pemrograman web (coding) yang mereka gunakan, misalnya PHP, Phyton, Java, dan Ruby on Rails.

Kalau WordPress, Joomla, Drupal, dll itu masuk yang mana?

Meskipun kebanyakan dari CMS (Content Management System) berbasis open-source itu berbasis PHP, tetapi belum tentu seorang PHP Web Developer menguasai WordPress atau Joomla, dan juga sebaliknya.

Itu karena WordPress, Joomla, Drupal, dkk itu kurang lebih sudah memiliki suatu set pemrogramannya sendiri, yang mungkin akan mudah untuk dipelajari mereka yang mengerti PHP atau bahasa lain yang digunakan oleh CMS, tetapi tentunya butuh waktu lagi untuk belajar.

Intinya begini, bisa PHP belum tentu bisa WordPress, dan bisa WordPress kemungkinan sudah mengerti (sedikit atau banyak) soal PHP.

Bisa PHP belum tentu mengerti Java, Phyton, dan Ruby Rails, dan juga sebaliknya. Kecuali kalau seseorang tersebut mengerti berbagai bahasa pemrograman.

Lebih simpelnya lagi, bisa bahasa Indonesia, belum tentu bisa bahasa Inggris, atau bahasa Korea, dll.

Lalu, berapakah kemampuan mereka dihargai oleh perusahaan-perusahaan di luar negeri?

Rata-rata gaji web developer di luar negeri adalah sekitar $60,000 per tahun, alias $5,000 per bulan, dan kalau dirupiahkan dengan asumsi 1$=Rp15,000 berarti gaji bulanan mereka adalah sekitar Rp75,000,000.

Untuk di sini sih tidak mungkin disamakan dengan kriteria penggajian di sana karena faktor kondisi keuangan negara, sektor industri, dan banyak hal, tapi ya jangan UMR juga dong mestinya hehehe.

2. Web Designer

Loh? Ini apalagi? Web Developer dan Web Designer bukannya sama saja?

Sebenarnya ada banyak Web Developer yang menguasai teknik mendesain website, dan juga sebaliknya, tetapi sebenarnya ini adalah dua hal yang berbeda.

Berbedanya di mana? Kalau seorang Web Developer lebih berfokus ke fungsi-fungsi yang nantinya akan ada pada suatu (aplikasi) web, seorang Web Designer akan lebih berfokus ke bagaimana rancangan, layout, pilihan warna, penempatan suatu modul, dan lain-lain sehingga akan lebih mudah dilihat dan dinavigasi oleh pengunjung.

Pekerjaan Web Designer ini sama seperti seorang Desain Interior atau Desain lainnya, dimana mereka yang merancang dan mendesain suatu interior atau apapun itu, tetapi kemudian eksekusinya di lapangan diserahkan kepada orang lain mengikuti rancangan yang mereka berikan.

Kita kasih contoh ke sebuah website deh.

Misalnya suatu website ingin bisa berfungsi sebagai toko online, otomatis harus ada fungsi keranjang belanja, penambahan atau pengurangan produk, slideshow, lalu ada juga fungsi pemrosesan pembayaran via kartu kredit, pemrosesan formulir pembelian yang diisi, dsb.

Fungsi-fungsi itu disediakan, dirancang, dan dibuat oleh Web Developer.

Tetapi, yang membuat tampilan website menjadi cantik, mudah dilihat kategori produk dimana saja, tampilan gallery produk nya seperti apa, tampilan keranjang belanjanya, dan tampilan formulir serta tampilan area member atau pembayarannya seperti apa, itu semua tugas dari Web Designer.

Simpelnya, Web Designer mendesain layout, warna, dll, kemudian diserahkan ke Web Developer supaya fungsi-fungsi yang diinginkan di dalam rancangan bisa berjalan lancar.

Kalau pada WordPress dan Joomla, kebanyakan fungsi-fungsi ini sudah tersedia dalam bentuk Plugin dan Module, sehingga banyak yang bisa mendesain dan membuat website berbasis WordPress (termasuk Asaljeplak) yang sudah fungsional.

Tetapi tentunya plugin dan module ini terbatas kapabilitasnya, dan harus selalu menyesuaikan dengan WordPress nya sendiri, dan harus selalu dikelola oleh pembuatnya (developer).

Jadi sering terjadi begitu WordPress nya di update, plugin menjadi tidak kompatibel, sementara developer pluginnya sudah tidak aktif, sehingga fungsi tersebut tidak bisa berjalan lagi dengan semestinya.

Sehingga memang lebih mudah membuat website yang fungsional dengan CMS, tetapi begitu ada fungsi (plugin/module) yang sudah tidak update, akan kelabakan mencari alternatifnya (kecuali kalau pembuat web tersebut bisa utak-atik sendiri).

Bahasa pemrograman yang sering digunakan oleh seorang Web Designer adalah HTML dan CSS, ditambah software desain seperti Photoshop, Illustrator, atau CorelDraw,

Ingat, tidak semua Web Developer memahami teknik desain website yang baik, terutama di faktor UI (User Interface) dan UX (User Experience), dan sebaliknya tidak semua Web Designer memahami soal PHP, Phyton, Java, Rails, dsb.

Di beberapa kasus, pekerjaan seorang Web Designer juga akan mencakup hal-hal yang terkait SEO, Copywriting, penulisan artikel, dsb.

Lalu, berapa rate gaji seorang Web Designer ? Di luar negeri, rata-rata gaji mereka adalah sama seperti web developer, yaitu $50,000 per tahun.

3. Computer Programmer

Lain web, lain pula dengan Komputer (jadi jangan dianggap sama ya).

Untuk seorang Computer Programmer, pekerjaan mereka adalah merancang dan membuat suatu aplikasi yang nantinya bisa digunakan (diinstall) pada komputer atau laptop, baik yang berbasis Windows, Mac, atau Linux.

Bahasa yang mereka gunakan juga berbeda dibandingkan pemrograman web, kecuali untuk beberapa bahasa seperti Phyton, Java, C#, Go, dan Ruby yang bisa untuk web dan komputer. sisanya kebanyakan menggunakan bahasa pemrograman C++, C,, R, dan Swift.

Tetapi intinya, mereka belum tentu mengerti (atau ahli) dalam menggunakan aplikasi/software seperti Microsoft Office (Word, Excel, Powerpoint), meskipun apabila mampu mereka bisa saja membuat aplikasi sejenis versi mereka sendiri.

Seorang Computer Programmer juga kemungkinan besar tidak mengerti teknik pembuatan website, kecuali untuk beberapa bahasa multiplatform yang sudah disebutkan di atas, jadi jangan disamakan.

Rata-rata gaji Computer Programmer di Luar negeri adalah sekitar $10,000-$75,000 per tahun tergantung dari tingkat pengalaman, kemampuan dan penguasaan bahasa mereka.

4. PLC Programmer

PLC (Programmable Logic Controller) merupakan bidang yang berbeda lagi dari yang sebelum-sebelumnya, dan mungkin jarang kita dengar.

Pemrograman yang dilakukan seorang PLC Programmer terfokus pada perangkat komputer yang mengatur jalannya suatu mesin-mesin seperti yang ada di pabrik.

Arti harfiah dari PLC sendiri adalah “pengontrol logika yang dapat di program” yang berarti mereka bertugas memberikan suatu set logika kepada suatu mesin supaya dapat menjalankan pekerjaan dengan benar.

Misalnya, suatu mesin di-set supaya dapat memindahkan satu objek dari lokasi A ke lokasi B, itulah yang disebut dengan Logic Programming dimana kalau dijelaskan dengan bahasa yang manusiawi adalah, Programmer memberikan instruksi kepada mesin bahwa yang harus mesin itu lakukan hanyalah memindahkan satu objek dari A ke B.

Sama seperti orang tua mengajarkan bahasa yang baik kepada anak, atau seorang jenderal memerintahkan anak buahnya untuk menjaga gerbang dan tidak boleh bergerak sedikitpun.

Kurang lebih sih seperti itu.

Rate gaji dari seorang PLC Programmer di luar negeri adalah sekitar $64,000 – $74,000 per tahunnya.

5. Game Developer

Ini merupakan pekerjaan idaman setiap orang yang hobi bermain game dan ingin membuat game milik mereka sendiri. Ya karena memang itulah pekerjaan dari seorang Game Developer.

Untuk membuat game sendiri, nantinya akan dilihat platform apa yang akan dituju, apakah komputer, Android, iOS, atau web, karena bahasa yang akan digunakan berbeda-beda.

Untuk game berbasis web, bahasa yang umum digunakan kurang lebih sama  saja dengan yang digunakan untuk membuat website, mulai dari PHP, HTML, phyton, Java, Javascript, Ruby, dsb.

Sementara untuk membuat game berbasis komputer juga sama yaitu menggunakan bahasa-bahasa yang dikuasai oleh Computer Programmer.

Bahkan untuk membuat game berbasis komputer (dan Mobile), banyak tersedia aplikasi/software komputer yang dikhususkan untuk mempermudah pembuatan game itu, yang biasanya disebut sebagai Game Engine.

Game Engine ini akan sangat mempermudah proses pembuatan level (Level Design), World Design, tipe grafis apakah 2D atau 3D, dan biasanya sudah berisikan apa yang dinamakan sebagai asset (desain baju, desain karakter, desain bangunan, pohon, dsb), serta ada beberapa game engine yang dikhususkan untuk suatu genre tertentu.

Misalnya untuk membuat RPG, tersedia aplikasi bernama RPG Maker, lalu untuk game platformer ada aplikasi Construct, dan untuk game-game berkelas AAA biasanya digunakan game engine yang lebih lengkap dan menyeluruh seperti Unreal Engine, Unity, dan CryEngine.

Tiap-tiap engine memiliki jenis lisensi yang berbeda-beda, mulai dari yang gratisan, semi-gratisan, sampai yang menerapkan profit-share per penjualan game.

Dalam membuat game, terutama yang berskala AAA (alias kelas premium seperti GTA V, COD, Battlefield, The Witcher), tidak hanya membutuhkan tenaga Game Developer.

Karena, Game Developer sendiri hanyalah istilah umum untuk mereka yang spesialisasinya adalah dalam produksi pembuatan game.

Apabila mau dibagi lagi, ada beberapa spesialisasi khusus seperti mereka yang khusus mengurus pemrograman game (Game Programmer), lalu mereka yang mengurus desain dari dunia dan lingkungan suatu game (Game/World Designer), ada juga yang mengurus level atau tingkatan dari setiap game (Level Designer), mereka yang mengurus grafis dan animasi, dan mereka yang mengurus Sound Effect dan suara lain seperti musik latar.

Karenanya biaya pembuatan suatu game, apalagi yang berskala besar, sangatlah membutuhkan biaya besar. Tidak hanya dipusingkan dengan menggaji tenaga-tenaga ahli tersebut, mereka juga harus memikirkan biaya pengadaan komputer, membayar lisensi, sewa tempat, dll.

Untuk gajinya sendiri, apabila digarisbesarkan (hayah) saja, rata-rata gaji seorang Game Developer di luar negeri adalah sekitar $45,000 – $89,000 per tahunnya.

6. Mobile Developer

Dari namanya mungkin kamu sudah bisa menebak, bahwa ini adalah mereka yang tugasnya membuat dan merancang aplikasi-aplikasi (serta game) yang berbasis Mobile alias bisa digunakan pada smartphone atau tablet.

Biasanya mereka akan menyesuaikan dengan platform yang ada apakah Android, iOS, atau Windows App.

Kalau untuk bahasa pemrogramannya, mereka bisa menggunakan bahasa yang juga digunakan oleh Computer Programmer dan juga Web Developer seperti Java (bahasa utama untuk Android), C++, dan Phyton, ditambah dengan beberapa bahasa seperti Kotlin dan Lua, lalu juga menggunakan aplikasi tambahan untuk dapat men-support perangkat mobile.

Beberapa aplikasi komputer yang dapat memudahkan pengembangan suatu aplikasi Mobile antara lain adalah Android Studio, Apache Cordova,  PhoneGap, Eclipse, dsb.

Untuk standar gaji Mobile Developer itu sendiri, rata-rata adalah sekitar $72,000-$103,000 per tahun. Lebih tinggi dari yang lain ya? Memang, karena aplikasi berbasis Mobile lebih banyak digunakan di jaman serba ponsel seperti sekarang ini.

7. Database Developer

Kalau untuk pekerjaan yang satu ini, mungkin jarang kita dengar, tetapi tugas mereka SANGAT-SANGAT PENTING sampai-sampai Asaljeplak pakai huruf besar.

Semua aplikasi, mau itu web, komputer, mobile, akan menyimpan data-data mereka ke dalam suatu struktur basis data alias Database.

Kamu membuat akun di medsos, datanya tersimpan di database. Postingan kamu pada Instagram, tersimpan di database. Akun untuk transaksi E-Banking, datanya di database. Data transaksinya juga tersimpan di database. Data karyawan di kantor, juga tersimpan di database.

Dengan menyimpan data-data pada suatu database, maka data tersebut akan mudah “dipanggil” untuk kemudian digunakan kembali, misalnya kalau saat ini kamu ingin melihat postingan facebook mu di tahun 2009, maka pemrograman facebook akan menarik data tersebut dari database.

Jadi ini merupakan suatu bagian yang sangat krusial bagi setiap perusahaan dari berbagai bidang, dan tidak semua dari mereka yang menguasai bidang lain di atas dapat membuat suatu database yang baik dan efisien.

Menyimpan database itu sendiri bisa menggunakan bermacam-macam cara. Kamu mencatat laporan transaksi di Excel pun bisa dibilang sebagai database (tapi nggak juga), meskipun sulit “dipanggil” kembali dan untuk itu ada Microsft Access yang lebih berguna dalam urusan panggil-memanggil data.

Untuk pemrograman, database yang digunakan umumnya adalah SQL (Structured Query Language) yang juga bermacam-macam mulai dari MySQL, Microsoft SQL, PostgreSQL, dan juga lainnya seperti Oracle, DB2, MongoDB, SQLite, dan Microsoft Access.

Panggil-memanggil data atau yang disebut dengan query itulah yang menjadi inti utama dari suatu database, dan seorang Database Developer harus memastikan database yang mereka susun dan rancang itu rapih, terstruktur, efisien, mudah diakses, dan cepat saat “dipanggil”.

Rata-rata gaji dari Database Developer pun dihargai cukup tinggi kalau di luar negeri, yaitu antara $73,000 – $99,000 per tahun.

8. System Analyst

Kalau untuk pekerjaan yang satu ini, lebih mengandalkan mereka yang minimal paham mengenai berbagai bidang yang terkait dengan sistem atau aplikasi.

Seperti namanya, mereka itu tugasnya menganalisa efektifitas dan efisiensi dari suatu sistem atau aplikasi, apapun platformnya (sesuai yang mereka kuasai), baik itu komputer, web, ataupun mobile.

Mereka juga tidak serta-merta ahli dalam membuat aplikasi tersebut, tetapi mereka harus punya pengetahuan yang luas atas suatu sistem, dan memahami kebutuhan mulai dari si pembuat sistem sampai ke pengguna sistem.

Seorang System Analyst sendiri juga harus terus mengasah dan memperbarui ilmu dan pengetahuannya untuk bisa memberikan solusi atau rancangan yang tepat dengan menerapkan teknologi terkini dan terbaru.

Jadi tugas mereka ini lebih kurang adalah seperti seorang supervisor bagi para programmer, dan juga harus mampu mempresentasikan rancangan sistem mereka kepada para pengguna (divisi lain non-IT) dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan juga membuat rencana anggaran dalam membangun sebuah sistem.

Karenanya, biasanya yang menjadi seorang System Analyst harus memiliki kemampuan di berbagai bidang mulai dari programmingbudgeting, dan memiliki kemampuan bersosialisasi serta presentasi yang baik.

Rata-rata gaji seorang System Analyst di luar negeri adalah sekitar $89,000 per tahunnya.

9. Network Administrator

Beda programming beda pula dengan yang disebut sebagai Jaringan (Network).

Ingat, semua jenis pekerjaan di sini tidak semuanya bisa saling mensubstitusi ya, karena kebanyakan masing-masing menguasai bidangnya sendiri.

Begitu pula dengan hal yang terkait jaringan. Meskipun pada umumnya Network Administrator bergerak di bidang IT, tetapi mereka juga belum tentu menguasai pemrograman, tetapi yang mereka kuasai adalah merancang, mengatur, dan menyusun jaringan antar perangkat.

Entah itu yang berupa jaringan fisik seperti koneksi LAN antar perangkat, maupun jaringan yang bersifat digital seperti koneksi internet antara kantor dengan server yang ada di lokasi lain.

Mereka juga bertugas memantau apabila ada kerusakan pada jaringan-jaringan tersebut, yang biasanya menggunakan aplikasi tambahan. Mereka juga yang menentukan situs mana yang bisa diakses dari kantor, atau menentukan alamat IP dari setiap perangkat.

Perusahaan-perusahaan penyedia internet, operator seluler, web hosting, dan penyewaan server itu merupakan perusahaan yang spesialisasinya adalah jaringan dan bukan pemrograman, jadi jangan heran kalau kamu menanyakan soal programming kepada mereka dan mereka akan sulit untuk menjawab. (meskipun untuk perusahaan web hosting besar banyak yang sudah memiliki divisi khusus untuk itu).

Tidak hanya itu, para penyedia jasa pemasangan CCTV, IP Camera, dsb juga lebih terlibat kepada urusan jaringan dan bukan yang lainnya. Bahkan, urusan Email kantor itu juga kebanyakan urusan dari seorang Network Administrator.

Standar gaji seorang Network Administrator di luar negeri adalah sekitar $79,000 per tahun.

Bonus:

Selain ke 9 jabatan di atas, ada pula beberapa yang spesialisasinya adalah pada soal Hardware dari suatu perangkat misalnya CPU, RAM, Motherboard, printer rusak dsb.

Lalu ada pula yang spesialisasinya adalah pada urusan Troubleshooting alias dalam mengatasi masalah-masalah yang ada pada perangkat, misalnya Windows atau Mac kamu bermasalah, tidak bisa ngeprint, komputer terkena virus, dsb.

Kemudian ada yang lebih fokus pada masalah yang terjadi pada software-software tertentu seperti Microsoft Office, Photoshop, Coreldraw, Adobe Premiere, dsb.

Printer rusak dan tidak bisa ngeprint itu dua hal yang mungkin berbeda ya, karena kalau printer rusak ya berarti harus diservis, sementara kalau tidak bisa ngeprint bisa jadi dikarenakan virus, kesalahan driver yang diinstall, atau bisa jadi karena jaringan printer dimatikan oleh Network Administrator yang kesal karena kamu sering nyuruh sambil marah2 hehehe.

Penutup (TL,DR)

Hadeh panjang juga ya, jarang-jarang Asaljeplak bikin artikel sepanjang ini wkwkwk. Tetapi inti dari semua ini adalah, dunia IT tidak bisa kamu pandang secara generik dan di dalam industri IT sendiri terdiri dari beragam jenis pekerjaan yang mungkin malah belum semuanya tercakup di sini.

Setiap orang yang berkecimpung di dunia IT ahli di bidangnya masing-masing, meskipun ada banyak yang menguasai beberapa bidang sekaligus, tetapi tidak semuanya seperti itu.

Diharapkan setelah membaca artikel ini, kamu bisa lebih memahami mengenai dunia IT sendiri dan bisa membedakan tugas dari masing-masing pekerjaan, dan juga, di dunia yang serba teknologi seperti sekarang, tentunya akan lebih baik kalau kamu memiliki pengetahuan lebih tentang dunia Teknologi Informasi (IT) tersebut.

Tinggalkan Balasan