Asal-Usul istilah Outbound

Asal-Usul istilah Outbound

Bagi  seseorang yang berkutat di bidang HRD dan event organizer, tentunya istilah OUTBOUND bukan merupakan hal yang asing lagi di telinga.

Yang dimaksud di sini bukanlah OUTBOUND flight seperti yang umum ditemukan atau diucapkan bagi penggemar traveling ya, tapi yang dimaksud itu adalah kegiatan (biasanya di luar kota atau di luar ruangan), yang tujuannya adalah untuk membangun kekompakan dan keakraban antar pesertanya yang biasanya dilakukan organisasi ataupun perusahaan bagi para karyawannya.

Bagi beberapa orang yang berpendapat bahwa OUTBOUND itu yang benar diitulis sebagai OUTBOND, memiliki alasan sebagai berikut:

“Kan kegiatan ini untuk meningkatkan kekerabatan dan keakraban antar pesertanya, alias BONDING kalau dalam Bahasa Inggrisnya, dan kegiatan ini biasanya dilakukan di luar ruangan alias OUTDOOR, berarti yang benar itu OUTBOND alias OUTDOOR BONDING dong?”

Hmm, bener juga sih logikanya.

Lalu

Tapi, sebenarnya yang benar itu yang mana sih?

Akhirnya Asaljeplak memutuskan untuk melakukan riset melalui mbah Gugel, dan akhirnya Asaljeplak menemukan beberapa artikel yang menjelaskan bahwa yang betul itu OUTBOUND.

Ah masa? Iya serius.

Ngarang ya? Nggaak suer.

Pertama-tama Asaljeplak akan membahas dulu sedikit sejarah Outbound.

Outbound diperkirakan merupakan singkatan dari “Outward Bound”, yaitu sebuah organisasi  di negara Inggris yang digagas oleh seseorang yang bernama Kurt Matthias Robert Martin Hahn.

Sekitar tahun 1941, Lawrence Holt, putra dari seorang pengusaha pemilik kapal ekspedisi Blue Shipping, sedang dalam pencarian untuk menemukan orang yang tepat untuk bisa melatih para awak kapalnya.

Akhirnya Holt bertemu dengan James Hogan salah seorang pengawas di Gordonstoun School, dan menceritakan keluhannya terhadap kemampuan Survive para pelaut muda di kapal miliknya, yang lebih sering menjadi korban saat kecelakaan perang dibandingkan para pelaut tua.

James Hogan pun meyakinkan Holt bahwa program yang dikembangkan oleh Kurt Hahn cocok untuk diterapkan pada para pelaut muda. Inilah cikal bakal munculnya sekolah “Outward Bound”. Outward Bound itu sendiri diambil dari istilah pelayaran, disaat sebuah kapal mulai mengangkat jangkar dan siap untuk meninggalkan dermaga menuju laut bebas.

Tujuan awal dari organisasi ini adalah untuk melatih para pelaut muda untuk dapat bertahan di tengah kerasnya lautan, dengan mengajarkan kepercayaan diri, ketahanan, ketekunan, dan memberikan pengalaman menghadapi kondisi sulit.

Organisasi ini mendirikan sekolah pertamanya pada tahun 1941 di Aberdovey, Wales, dan hingga saat ini sudah ada 9 sekolah di Britania Raya, 11 sekolah di Amerika Serikat, dan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, yang didirikan pada tahun 1990 oleh Bapak Djoko Kusumawidagdo di sekitar lokasi waduk Jatiluhur.

Lalu kenapa istilah yang populer di Indonesia adalah “Outbound” dan bukan “Outward Bound”?

Kemungkinannya ada 2, yaitu yang pertama adalah nama “Outward Bound” itu kepanjangan bagi lidah orang Indonesia sehingga lebih sering disingkat menjadi Otbon, Outbond, atau Outbound.

Sementara kemungkinan kedua adalah dikarenakan program “Outbound Management Training” yang digagas oleh Bapak Taufik Bahaudin pada tahun 1992 yang kemudian membuat istilah Outbound atau Otbon menjadi populer.

Nah, bagaimana? Apakah sudah jelas? Mudah-mudahan sih udah ya.

Tinggalkan Balasan