Legenda Anunnaki: Alien yang Menciptakan Manusia

Apa dan Siapa itu Anunnaki? Benarkah bahwa mereka itu bangsa Alien yang menciptakan manusia?
manusia-diciptakan-oleh-alien

Bagikan artikel ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on email
Share on print

Apa dan Siapa itu Anunnaki? Benarkah bahwa mereka itu bangsa Alien yang menciptakan manusia?

Anunnaki diyakini menjadi dewa abadi yang menghuni bumi selama waktu kebudayaan sumeria kuno di mesopotamia.

Peradaban Sumeria sendiri berkembang di area Teluk Persia, sekitar 4000 – 3.000 SM.

Salah satu wilayah yang ada di Teluk Persia tersebut yaitu ‘Dataran Tanah Shinar’ adalah wilayah yang setelah 2.000 SM. disebut dan dikenal dengan nama Babel. Orang-orang Yunani menamai wilayah itu Mesopotamia, yang berarti Tanah di antara dua sungai, yang sebagian besar wilayahnya terletak di negara Irak saat ini.

Selama milenium ke-5 SM. bangsa yang dikenal sebagai orang Ubaidian mendirikan pemukiman di wilayah Mesopotamia.

Pada sekitar 3.250 SM, muncul bangsa lain yang bermigrasi ke Mesopotamia dari tanah kelahirannya, yang mungkin terletak di timur laut Mesopotamia, dan mulai menikah  dengan penduduk asli yaitu bangsa Ubaidian.

Para pendatang baru tersebut, yang kemudian dikenal sebagai orang Sumeria, berbicara bahasa aglutinatif yang tampaknya tidak ada hubungannya dengan bahasa lain yang dikenal pada masa itu.

Asal-usul bangsa Sumeria sendiri hingga saat ini masih belum diketahui.

Pada tahun 3.100 SM. populasi bangsa Sumer telah meningkat ke titik di mana orang-orang tinggal di perkotaan. Penguasa pertama Sumeria, Etana, raja dari kerajaan Kish yang berkembang sekitar 2.800 SM, dideskripsikan dalam dokumen yang ditulis berabad-abad kemudian sebagai “orang yang menstabilkan semua negeri.”

Periode dinasti awal Sumer mencakup bagian dari milenium ketiga dari 2.800 hingga 2.400 SM, dan berakhir dengan penaklukan Sumer oleh seorang raja dari bagian utara Mesopotamia, Sargon I dari kerajaan Akkad.

Bangsa Sumeria memiliki peradaban yang  maju dengan bahasa dan sistem penulisan mereka sendiri yang rumit.

Mereka juga memiliki pengetahuan luas tentang tata surya, astronomi, dan matematika kita.

Bahkan, saat ini kita masih menggunakan rumus matematika, perhitungan waktu, dan sistem kalender yang sama yang dibuat oleh bangsa Sumeria. Selain bahasa yang maju dan pemahaman mereka tentang kosmos, peradaban Sumer juga menggunakan teknik pertanian canggih.

Sama seperti sistem bahasa mereka yang rumit, bangsa Sumeria juga memiliki sistem keagamaan yang rumit dengan ratusan dewa, kosmologi, dan ritual.

Menurut manuskrip  mereka, setiap kota dalam peradaban dijaga oleh dewa-nya sendiri, dan  Manusia dan dewa hidup berdampingan, di mana  manusia adalah pelayan bagi para dewa tersebut.

Teori bahwa bangsa Sumeria tersebut adalah Alien, dapat ditelusuri kembali ke tablet yang ditemukan di Nippur, yang merupakan kota kuno yang didirikan pada 5000 SM. Menurut mitologi mereka, makhluk seperti manusia namun berasal dari luar angkasa  menguasai bumi.

Makhluk-makhluk ini sering dirujuk sebagai dewa, dan mereka memiliki kekuatan untuk melakukan perjalanan melalui langit. Saat berada di bumi, makhluk-makhluk ini akan menggali ke dalam tanah untuk membuatnya layak huni dan untuk mengumpulkan sumber daya.

Ada yang mengatakan bahwa bangsa Sumeria ada di sini hanya untuk menambang emas yang nantinya akan diserahkan kepada mahluk-mahluk tersebut.

Pada patung-patung peninggalan yang ditemukan yang menggambarkan ciri fisik bangsa Sumeria, semuanya memiliki mata besar dengan iris berwarna biru cerah, dengan kedua tangan mereka terlihat saling menggenggam.

Ilmuwan percaya bahwa pada masa itu telah terjadi mutasi genetik yang menyebabkan iris mata mereka berwarna biru, yang mana sisa-sisa mutasi tersebut masih ditemukan pada manusia di masa sekarang yang memiliki warna mata serupa.

Kata “Anunnaki” pertama kali ditemukan pada catatan kuno yang ditulis semasa pemerintahan Guidea dan dinasti ketiga Ur, kerajaan yang menguasai Mesopotamia pada saat itu.

Kata “Anunnaki” tersebut ternyata digunakan untuk merujuk kepada 7 dewa yang paling penting dan paling kuat dalam kepercayaan bangsa Sumeria.

Ketujuh dewa tersebut adalah An, Enlil, Enki, Ninhursag, Nanna, Utu, dan Inanna.

Teks-teks peninggalan kerajaan  Akkadia dari milenium kedua SM mengikuti penggambaran yang serupa tentang Anunnaki melalui manuskrip milik Inanna yang berjudul “Descent into the Netherworld”, yang mana isi teks tersebut menggambarkan Anunnaki sebagai dewa-dewa neraka chthonic.

Pada manuskrip yang ditulis pada awal milenium kedua tersebut disebutkan bahwa Ereshkigal, ratu Neraka, berkomentar bahwa ia “minum air dengan Anunnaki”.

Selama Zaman Babilonia Kuno sekitar tahun 1830 SM –  1531 SM), serangkaian dewa baru yang dikenal sebagai Igigi diperkenalkan.

Hubungan antara Anunnaki dan Igigi tidak jelas, dan bahkan pada beberapa kesempatan, kedua kata tersebut tampaknya digunakan secara sinonim.

Tetapi dalam tulisan-tulisan lain, seperti The Poem of Erra, ada perbedaan yang jelas antara keduanya.

Pada manuskrip Akkadia yang lebih baru berjudul Atra-Hasis, Igigi adalah generasi keenam dari para dewa yang dipaksa untuk melakukan kerja untuk Anunnaki. Setelah empat puluh hari, pemberontak Igigi dan dewa Enki, salah satu dari Anunnaki, menciptakan manusia untuk menggantikan mereka.

Dipercayai bahwa makhluk-makhluk Anunnaki ini kehabisan sumber daya di planet mereka sendiri, dan melakukan perjalanan ke bumi untuk menambang sumber dayanya (khususnya emas) untuk dibawa kembali ke planet asal mereka.

Karena penambangan menjadi sangat intensif, para dewa menciptakan manusia untuk membantu pekerjaan itu.

Menurut bangsa Sumeria, manusia pertama kali diciptakan di Eden, yang digambarkan sebagai taman para dewa dalam Epic of Gilgames.

Eden diyakini terletak di suatu tempat antara sungai Eufrat dan Tigris.

Manusia pertama yang diciptakan Anunnaki  tidak dapat bereproduksi, dan kemudian dimodifikasi oleh Ninki dan Enki untuk memungkinkan reproduksi. Ini membuat Enili, saudara Enki, menjadi marah dan memulai konflik antara para dewa. Menurut ahli teori Alien Sumeria, konflik ini adalah alasan mengapa Anunnaki meninggalkan bumi dan meninggalkan manusia untuk berjuang sendiri.

Nama Anunnaki terus ditemukan pada masa kerajaan-kerajaan Mesopotamia selanjutnya, seperti pada kerajaan Babilonia, Akkadia, Neo-Assyiria, Hurian, dan Hittite yang masing-masing manuskrip dari masing-masing kerajaan tersebut konsisten menyebutkan Anunnaki sebagai dewa-dewa Neraka, namun jumlahnya berubah-ubah mulai dari 7,8, 12, hingga 600 Anunnaki.

Pada bukunya yang berjudul “The twelfth Planet” yang diterbitkan pada tahun 1976, Zecharia Sitchin mengklaim bahwa Anunnaki merupakan bangsa Alien yang berasal dari Planet Nibiru, dan datang ke bumi sekitar 500,000 tahun yang lalu dengan tujuan untuk menambang emas.

Dia juga menyatakan bahwa Homo Sapien alias Manusia merupakan modifikasi genetik dari spesies Homo Erectus yang dilakukan oleh Anunnaki guna menciptakan budak pekerja yang bisa digunakan untuk menambang emas.

Zecharia pun menambahkan bahwa Anunnaki terpaksa meninggalkan bumi dikarenakan mencairnya lapisan es pada benua artik yang mengakibatkan terjadinya banjir terbesar di muka bumi. Banjir ini dianggap banjir yang sama seperti yang tercatat dalam catatan Ziusudra milik Bangsa Sumeria, Kitab Kejadian (Genesis), dan juga Al-Qur’an dalam kisah Nabi Nuh AS.

Banyak yang menyangkal teori dari Zecharia Sitchin tersebut, dan menganggapnya hanya sebagai Pseudo-history, dan banyak ahli sejarah yang menuduh Zecharia mengutip catatan bangsa Sumeria secara sembarangan dan salah mengartikan arti di dalam catatan tersebut.

Tidak ada bukti yang mampu memberikan data dan fakta yang valid bahwa Anunnaki merupakan bangsa alien yang datang ke bumi dan yang menciptakan manusia, dan memang tampak hanya sebagai sekedar teori konspirasi dari Zecharia Sitchin yang akhirnya banyak disebarluaskan oleh mereka yang mempercayainya.

Kepercayaan serupa sempat diduga berkembang pada aliran Scientologi, yang rumornya mempercayai bahwa manusia berasal dari entitas alien bernama Xenu atau Xemu, namun hal itu telah dibantah oleh mereka melalui pernyataan pada website resmi Scientologi.

Teori dari Zecharia tersebut masih sangat berkembang dan banyak yang mempercayainya, bahkan salah satu pakar teori konspirasi, David Icke, mengklaim bahwa saat ini Anunnaki masih bergerak di belakang layar untuk memperbudak manusia melalui orang-orang pilihan mereka, dimana salah satunya termasuk kelompok yang disebut dengan Iluminati.

Jangan lupa untuk mengunjungi channel Gokil Chan di Youtube, dan apabila berkenan silahkan berikan like dan juga jangan lupa subscribe ya.

Artikel Lainnya

Mau punya website sendiri ?

Yuk buat website di RBC Hosting

Kamu bisa membuat website apa saja, mulai dari sales page, profil usaha, website pribadi, blog, website acara, website katalog, undangan pernikahan online, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhanmu. 

Mulai dari Rp300rb /tahun saja!

Loading...

Tinggalkan komentar