Hari Bumi 2015 : Pentingnya kesadaran menjaga rumah kita bersama

0
243

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Sudahkah kita berpartisipasi?

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April ini memang sengaja dicanangkan untuk membantu kita meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap “rumah” yang ditinggali bersama oleh manusia ini.

Sejarah Hari Bumi

Hari Bumi pertama kali dicanangkan oleh Gaylord Nelson, seorang pengajar lingkungan hidup, pada tahun 1970. Tahun tersebut memang identik dengan apa yang disebut “flower generation” alias generasi bunga dimana banyak para pemuda yang lebih ekspresif dalam menyampaikan aspirasi, serta bangkitnya kesadaran menjaga lingkungan hidup di tengah hiruk pikuk “modernisasi” serta “industrialisasi” dan kemajuan teknologi.

Bangkitnya kesadaran tersebut juga dipicu beberapa hal yang terjadi di Amerika Serikat pada waktu itu, seperti perang Vietnam, produksi masal kendaraan dengan mesin-mesin bertenaga besar seperti mesin blok V8, serta Industrialisasi yang semakin meningkat yang mengakibatkan tingginya polusi udara.

Faktor-faktor tersebut berdampak pada demo massal ke jalanan, taman, serta auditorium oleh sekitar 20 juta penduduk Amerika Serikat pada tanggal 22 April 1970, yang juga didukung dengan protes-protes dari kampus serta universitas.

Demo masal ini menghasilkan suatu fenomena politik yang tidak biasa karena seluruh fraksi di parlemen Amerika Serikat baik Demokrat maupun Republik pun ikut mendukung. Dukungan juga di dapat dari orang kaya maupun miskin, pengusaha maupun buruh, yang berdampak pada terbentuknya United States Environmental Protection Agency, dan dikeluarkannya kebijakan Clean Air, Clean Water, and Endangered Species yang sangat diusahakan oleh Gaylord Nelson.

Kontribusi Menyelamatkan Lingkungan

Lalu bagaimana cara kita berkontribusi dalam Hari Bumi untuk menjaga serta melestarikan lingkungan hidup? Mudah kok, berikut beberapa cara agar “Rumah” bersama ini bisa tetap menjadi “Rumah” bagi kita serta anak-cucu kita :

  1. Menghemat Air baik di rumah maupun lingkungan kerja.
  2. Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya seperti sabun, sampo, deterjen, maupun pestisida.
  3. Mengurangi polusi air seperti tidak membuang sampah di kali, sungai, maupun pantai/laut.
  4. Hemat Listrik.
  5. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
  6. Mengurangi limbah atau sampah rumah.
  7. Tidak merusak pohon maupun tanaman

Nah demikianlah beberapa cara kita berkontribusi dalam Harii Bumi ini demi menyelamatkan “Rumah” kita, yang semoga akan masih bisa ditinggali oleh anak cucu serta generasi mendatang untuk waktu yang lama.

sumber

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here