Indonesia dan Bencana Alam

0
291

Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia memang semakin identik dengan bencana alam, dan sudah banyak sekali korban jiwa (semoga mereka tenang di sisi-Nya) yang diakibatkan oleh fenomena-fenomena yang bisa dikategorikan force majeure karena sifatnya yang memang unpredictable.

Yang terbaru adalah Tsunami di Mentawai dan juga letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah, (update : semalam Bandung gempa tetapi belum tahu kabar terbarunya).

Di Mentawai, terjadi gempa berkekuatan 7,2 skala richter pada hari senin malam 25 oktober 2010 lalu, yang kemudian menimbulkan Tsunami setinggi kurang lebih 3 meter (??) yang menyapu pinggiran pulau tersebut. Berita terbaru bahwa korban jiwa disana berjumlah 311 orang dan 460 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara di Merapi, semburan awan panas menimbulkan korban jiwa sebanyak 26 orang, salah satunya adalah kuncen dari gunung Merapi itu, yaitu mbah Marijan. Abu vulkanik pun menyebar ke lokasi-lokasi sekitarnya termasuk Candi Borobudur.

Bila melihat dari posisi geografis Indonesia, sangatlah lumrah apabila fenomena-fenomena alam, atau yang lebih kita kenal sebagai ‘bencana’ alam itu terjadi. Dimana gunung-gunung berapi aktif ada di indonesia, dan juga negara kita ini terdiri dari pulau-pulau dimana tentunya akan lumrah apabila suatu waktu ada pergeseran lempeng bumi dan akhirnya menyebabkan gempa disertai tsunami.

Tetapi keadaan alam seperti itu pula yang membuat negara ini negara yang subur dan kaya sumber daya, apalagi daerah sekitar gunung berapi pastilah akan subur, lalu nelayan-nelayan di pesisir pantai dapat dengan mudah mencari ikan, lalu apakah ini merupakan berkah atau musibah bagi kita warga Indonesia?

Manusia menempati alam ini dengan segala konsekuensinya. Alam tidak bisa kita kendalikan, kita hanya bisa mengira-ngira perilaku alam. ‘Bencana’ yang terjadi belakangan ini hanya sekedar menunjukkan aktifitas-aktifitas dari alam, dan yang bisa dilakukan manusia hanyalah  hidup berdampingan dengan keadaan tersebut, mengembangkan terus menerus teknologi untuk membantu sesama dapat beradaptasi dengan alam ini.

Ini bukan salah siapa-siapa ataupun kehendak siapa-siapa, tetapi hanyalah hal yang sangat mungkin terjadi dikarenakan alam ini juga ‘hidup’ dan juga ‘beraktifitas’, sehingga sebaiknya kita harus selalu siap mengembangkan teknologi anti “bencana’ / fenomena alam agar bisa tetap survive.

Lalu? apa hikmahnya bagi Indonesia? well, semestinya kita harus lebih siap lagi dalam menghadapi bencana, dengan memberikan penyuluhan, peningkatan teknologi, dan hal-hal lain yang dapat membantu kita untuk dapat terus bersanding berdampingan hidup tentram dengan alam ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here