Apa itu RSS Feed?

Berikut ini akan Asaljeplak jelaskan mengenai apa itu RSS Feed, termasuk sejarah singkat, contoh, dan sedikit mengenai cara membuatnya untuk kamu ketahui.
apa-itu-rss-feed

Bagikan artikel ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on email
Share on print

Berikut ini akan Asaljeplak jelaskan mengenai apa itu RSS Feed, termasuk sejarah singkat, contoh, dan sedikit mengenai cara membuatnya untuk kamu ketahui.

Dengan begitu banyak konten baru di web yang ditambahkan setiap hari, mungkin sulit untuk mengikuti apa yang terjadi secara online. Orang-orang mencoba beberapa cara berbeda, termasuk mengunjungi situs web tertentu setiap hari, melakukan pencarian Google, atau mengandalkan media sosial untuk terus memberi mereka informasi. Salah satu solusi yang terkadang terlewatkan adalah solusi yang terbilang kuno, yaitu RSS feed.

Apa itu RSS feed? RSS Feed adalah teknologi yang telah memengaruhi banyak platform internet modern yang Anda kenal, dan formatnya yang efisien dan bebas algoritme dapat menjadikannya alat untuk membaca apa yang kamu inginkan secara online.

Terutama bagi yang ingin memulai podcast, beberapa platform banyak yang mewajibkan pemilik podcast untuk mendaftarkan RSS feed mereka, yang tentunya akan membingungkan bagi orang yang masih awam mengenai bagaimana cara membuatnya dan cara mendaftarkannya.

Apa itu RSS Feed?

RSS adalah singkatan dari “RDF Site Summary”, “Rich Site Summary”, atau “Really Simple Syndication”. Intinya, RSS mengacu pada file teks sederhana berisikan informasi yang penting dan diperbarui, seperti berita, artikel, podcast, dan sebagainya, yang memungkinkan pengguna dan aplikasi mengakses pembaruan situs web dalam format standar yang dapat dibaca komputer (umumnya menggunakan format XML).

Sejarah Singkat RSS

RDF Site Summary, versi pertama RSS, dibuat oleh Dan Libby dan Ramanathan V. Guha yang bekerja di Netscape, dan dirilis pada Maret 1999 untuk digunakan di portal My.Netscape.Com. Versi ini kemudian dikenal sebagai RSS 0.9.

Pada Juli 1999, Dan Libby (yang masih bekerja di Netscape) memproduksi versi baru, RSS 0.91, yang menyederhanakan format dengan menghapus elemen RDF dan kemudian memasukkan elemen dari format sindikasi berita milik Dave Winer. Libby juga mengganti nama format dari RDF menjadi RSS Rich Site Summary.

Setelah akuisisi Netscape oleh AOL pada bulan April 2001, pengembangan RSS pun dihentikan dan semua dokumentasi terkait hal itu dihapus oleh AOL. Padahal Netscape sendiri telah mengembangkan RSS tersebut selama 8 tahun.

Pengembangan RSS kemudian dilanjutkan secara tidak resmi oleh RSS-DEV Working Group dan Dave Winer melalui perusahaannya yang bernama UserLand Software.

Dave Winer menerbitkan versi modifikasi dari spesifikasi RSS 0.91 di situs web UserLand, mencakup bagaimana spesifikasi tersebut digunakan dalam produk perusahaannya, dan mengklaim hak cipta atas dokumen tersebut.

Beberapa bulan kemudian, UserLand mengajukan pendaftaran merek dagang AS untuk RSS pada bulan Desember 2001, tetapi ditolak.

Pada bulan September 2002, Winer merilis versi baru utama dari format tersebut, RSS 2.0, yang mengubah inisialnya dengan Really Simple Syndication.

RSS 2.0 ini yang paling umum digunakan hingga saat ini.

Contoh RSS Feed

Lalu maksudnya bagaimana? Contoh RSS Feed itu seperti apa?

Jadi misalnya kita berkunjung ke suatu artikel web (seperti pada situs Asaljeplak.com ini), maka di situ biasanya pengunjung akan dapat melihat elemen-elemen seperti judul artikel, gambar utama, isi artikel, tanggal penerbitan, siapa penulis artikel, dan lain sebagainya.

Nah, halaman web itu biasanya dibuat dalam format HTML dan didesain dalam format CSS (untuk memodifikasi ukuran teks, ketebalannya, ukuran gambar, ukuran font, tata letak, dll) sehingga akan nyaman dibaca oleh pengunjung.

RSS pada dasarnya seperti itu, tetapi tidak memedulikan desain, dan hanya berisikan informasi-informasi krusial saja, dan umumnya menggunakan format XML dan bukan HTML.

Misalnya contohnya seperti ini:

<? xml version = “1.0” encoding = “UTF-8”?>
<rss version = “2.0” >
<channel>
<title>Kumpulan Game Multiplayer Offline Terbaik di Android</title>
<link>https://asaljeplak.com/mobile/kumpulan-game-multiplayer-offline-terbaik-di-android/</link>
<comments>https://asaljeplak.com/mobile/kumpulan-game-multiplayer-offline-terbaik-di-android/#respond</comments>
<description><![CDATA[<p>Berikut ini daftar beberapa game multiplayer offline android yang bisa kalian mainkan tanpa koneksi internet.</p>
<p>Artikel <a rel=”nofollow” href=”https://asaljeplak.com/mobile/kumpulan-game-multiplayer-offline-terbaik-di-android/”>Kumpulan Game Multiplayer Offline Terbaik di Android</a>
muncul pertama kali di <a rel=”nofollow” href=”https://asaljeplak.com”>Asaljeplak.com</a>.</p> ]]></description>
</channel>
</rss>

Jadi dalam contoh di atas, RSS feed berisikan elemen seperti judul (<title>), link/URL dari artikel (<link>), link untuk komentar (<comments>), dan deskripsi dari artikelnya (<description>). Elemen-elemen ini disebut dengan metadata.

Kode RSS kemudian disimpan ke dalam satu file berformat XML dan diunggah (upload) ke direktori yang bisa diakses oleh umum. Misalnya dalam website itu folder yang bisa diakses umum adalah folder public_html, sehingga bisa kita peroleh link/URL dari file RSS tersebut.

Misalnya, kode-kode yang ditulis itu disimpan ke dalam folder bernama “rss” di dalam folder “public_html” milik Asaljeplak.com dengan nama file “rss.xml”, maka nantinya link/URL yang akan kita gunakan adalah “https”//asaljeplak.com/rss/rss.xml”.

Nah, link itulah yang nantinya akan kita submit atau daftarkan ke platform-platform atau aplikasi yang nantinya akan menarik data-data pada file XML tersebut sesuai yang dibutuhkan oleh platform atau aplikasi seperti misalnya judul, link/URL, dan deskripsi.

Nantinya data-data itu akan ditampilkan pada platform atau aplikasi tersebut dengan menggunakan desain atau tampilan yang sudah ditentukan oleh platform atau aplikasi tersebut.

Data-data yang ada pada file RSS feed (dalam contoh ini: rss.xml), nantinya harus terus diupdate/diperbarui oleh kamu apabila misalnya ada artikel atau podcast terbaru, sehingga platform/aplikasi akan dapat memperbaruinya di tempat mereka.

Apa Fungsi RSS Feed?

Lalu, platform atau aplikasi apa yang membutuhkan RSS Feed?  dan apa fungsi dan kegunaan RSS Feed?

Umumnya platform atau aplikasi yang menggunakan RSS feed adalah situs-situs yang mengkurasi (mengumpulkan) berita-berita dari berbagai website, misalnya seperti LINE Today, Flipboard, Google News, dan lain sebagainya,

Kadang, ada juga platform/aplikasi yang membutuhkan RSS feed untuk memudahkan pengguna dalam memperbarui dan menampilkan artikel atau postingan yang ingin ditampilkan dalam platform tersebut, misalnya podcast pada Spotify.

Dengan begitu, platform seperti Spotify bisa tinggal menarik data dari URL RSS Feed yang didaftarkan pengguna, sehinga proses penarikan dan update data akan menjadi lebih sederhana.

Cara Membuat RSS Feed

Lalu bagaimana cara membuat RSS Feed?

Seperti yang telah dijelaskan sedikit di atas, membuat RSS Feed bisa dilakukan dengan menuliskan barisan kode berisikan metadata dalam satu file menggunakan format XML dan mengunggahnya (upload) ke folder tempat file-file website yang bisa diakses secara online berada.

Tapi saya nggak bisa (dan nggak mau belajar) ngoding, apa ada cara yang lebih mudah?

Salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan setiap orang adalah dengan menggunakan CMS WordPress, yang umum dipakai untuk membuat website.

RSS Feed pada WordPress

Sebenarnya, RSS Feed sudah tersedia pada saat kita menginstall WordPress pada web hosting, yaitu dengan menggunakan format URL berikut: https://namadomainsaya.com/feed apabila membiarkan pengaturan bawaan.

Tentunya, namadomainsaya.com itu akan diganti dengan nama domain atau subdomain milik kalian. RSS Feed tersebut akan berisikan data-data dari artikel yang diposting pada website kalian.

Namun, apabila ingin menggunakan RSS Feed sebagai podcast, ada beberapa metode tambahan yang harus dilakukan, yang akan Asaljeplak bahas pada artikel mendatang.

BACA JUGA  8 Tips Mengakali Router Wifi untuk Mempercepat Koneksi Internet

Download Artikel dalam Bentuk PDF

Artikel Lainnya

Loading...

Mau punya website sendiri ?

Yuk buat website di RBC Hosting

Kamu bisa membuat website apa saja, mulai dari sales page, profil usaha, website pribadi, blog, website acara, website katalog, undangan pernikahan online, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhanmu. 

Mulai dari Rp300rb /tahun saja!

Tinggalkan Balasan

Tinggalkan komentar via FB