3 Faktor yang Menghambat Pengembangan Diri

faktor-penghambat-pengembangan-diri

Bagikan artikel ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on email
Share on print

Berikut ini akan Asaljeplak berikan apa saja faktor yang menghambat pengembangan diri, yang membuatmu sulit untuk maju dan berkembang baik secara karir, studi, maupun secara karakter/pribadi.

Sering bingung mengapa karirmu tidak menanjak, kesulitan memahami suatu pelajaran, atau merasa “kalah sukses” dibanding teman-temanmu yang lain?

Meskipun banyak faktor yang dapat menyebabkan hal-hal tersebut, namun bisa saja hal tersebut disebabkan oleh ketiga faktor yang sering menghambat pengembangan diri sendiri yang akan Asaljeplak pada artikel kali ini.

Kemungkinan kamu akan bertanya, “pengembangan diri sendiri? maksudnya apa? tujuannya apa? gunanya apa? memangnya diri saya yang sekarang kenapa?”

Yah, memang tidak ada jawaban mutlaknya sih, dan itu semua akan kembali kepada dirimu sendiri, tetapi tidak ada salahnya kalau sekali-kali kamu mencoba melakukan refrleksi diri sehingga bisa memahami apa saja kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki, sehingga bisa dicoba untuk memperbaiki yang dirasa masih kurang tersebut.

Dan, jika ketiga hal yang menghambat pengembangan diri sendiri ini masih ada di dalam diri kamu, maka bisa jadi itu adalah alasan mengapa kamu masih mengalami kegagalan, kekalahan, dan kekecewaan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sering Menunda-nunda

sering-menunda

Sering menunda suatu pekerjaan sebenarnya adalah suatu tindakan yang tidak rasional, karena pada dasarnya, semakin cepat suatu pekerjaan diselesaikan maka akan semakin banyak pula waktu luang yang kita miliki sampai tenggat waktu (deadline) dari pekerjaan tersebut.

Tetapi, seringnya orang yang suka menunda itu adalah mereka yang cenderung memilih untuk memiliki waktu luang di “saat ini” ketimbang waktu luang di “masa depan”.

Kalau kamu senang bekerja dalam deadline dan bisa memberikan yang optimal dalam waktu yang singkat/mepet, tentunya hal ini tidak jadi masalah.

Tetapi kalau kamu adalah seseorang yang mudah stres, frustasi, dan tidak bisa bekerja terburu-buru sehingga hasil pekerjaan menjadi kurang optimal, tentunya sebaiknya mulai kurangi kebiasaan menunda-nunda ini.

Dan kalau kamu merasa yang kamu kerjakan hasilnya baik-baik saja meskipun dikerjakan dalam waktu yang mepet serta terburu-buru, apakah kamu sudah pernah membandingkan apabila pekerjaan tersebut dilakukan tanpa menunda? seberapa jauh tingkat kualitas pekerjaannya?

Serta, dengan tidak menunda-nunda dan mulai mengerjakan sesuatu saat ini juga, kamu bisa terhindar dari faktor-faktor yang penuh ketidakpastian di masa depan, misalnya laptop rusak, listrik mati, rumah kebanjiran, dan lain sebagainya.

Sering Ragu-Ragu

sering-ragu

Setiap tindakan didahului oleh keputusan. Bahkan, keputusan untuk tidak mengambil keputusan adalah sebuah keputusan, bener, nggak?

Penuh pertimbangan itu memang sangat diperlukan sebelum mengambil keputusan, tetapi terlalu sering ragu-ragu dan terlalu banyak mempertimbangkan suatu keputusan justru kemungkinan besar akan berujung pada keputusan untuk tidak melakukan tindakan.

Sebenarnya, keragu-raguan itu umumnya muncul akibat ketidaksiapan kita dalam menghadapi suatu dilema, sehingga kita tidak memiliki cukup informasi untuk menjawab semua faktor-faktor yang bisa dijadikan pertimbangan saat mengambil keputusan.

Misalnya kamu ingin membeli sepatu idaman yang lumayan mahal namun sedang diskon besar sampai tanggal tertentu, maka umumnya faktor yang mempengaruhi keputusannya adalah: anggaran, model sepatu, ketersediaan ukuran, dan pertimbangan terkait diskon yang sedang berlaku tersebut.

Apabila keempat faktor tersebut terpenuhi, maka kamu dapat memutuskan untuk membeli sepatu tersebut.

Tetapi kalau kemudian muncul faktor-faktor lain dalam pengambilan keputusan, misalnya takut diledek teman, takut besok tidak bisa jajan cilok, takut sepatunya ternyata nggak awet, dan lain sebagainya, maka biasanya itu akan berujung kepada keputusan untuk tidak membeli sepatu.

Padahal kamu sebenarnya bisa membeli sepatu tersebut, namun karena kamu kurang mempersiapkan diri (dan konsekuensi) serta kurang memperhitungkan dengan matang, maka akhirnya kamu melewatkan diskon besar tersebut dan alhasil tidak jadi membeli sepatu yang kamu impikan.

Keragu-raguan juga bisa berarti kamu terlalu takut untuk gagal. Padahal, kegagalan itu adalah pelajaran paling penting yang bisa membantu pengembangan diri kita menjadi lebih baik.

Misalnya, kamu memiliki tingkat keberhasilan 100% dalam 10 pekerjaan, sementara sisanya kamu tolak atau hindari karena takut gagal. Sementara si Joko yang lebih berani mengambil keputusan, memiliki tingkat keberhasilan 70% dari 1000 pekerjaan dan tidak pernah menolak satu pun tugas/pekerjaan yang diberikan kepadanya. Mana yang lebih baik menurutmu?

Bila dilihat perbandingan di atas, 100% keberhasilan kamu dapatkan dari 10 pekerjaan saja, sementara si Joko berhasil menyelesaikan 700 pekerjaan meskipun mengalami kegagalan pada 300 pekerjaan, menunjukkan Joko berhasil menyelesaikan jauh lebih banyak pekerjaan daripada kamu serta lebih produktif.

Jadi bisa dibilang, terkadang gagal itu perlu, dan terlalu ragu-ragu sebaiknya dikurangi. Meskipun ini akan tetap tergantung pada situasi dan kondisi yang kamu alami ya, jangan sampai kamu jadinya nekat dan malah merugikan orang lain.

Terjebak di Zona Nyaman

zona-nyaman

Zona Nyaman alias Comfort Zone adalah suatu kondisi pikiran di mana kita merasa di titik paling nyaman dalam hidup, sehingga tidak mau bergeser dan berubah sedikit pun dikarenakan takut kehilangan kenyamanan tersebut.

Di dalam zona nyaman, kamu hanya paham apa yang telah kamu pahami, apa yang kamu kuasai, apa yang pernah kamu kerjakan dengan sukses, dan apa yang kamu miliki saat ini.

Kamu juga dikelilingi oleh orang-orang serta lingkungan yang familiar, yang sudah kamu pahami cara bergaulnya, berinteraksi, pola pikirnya, dan juga prinsip-prinsip yang dianut.

Lingkungan yang homogen, karir yang stagnan, pendapatan yang stabil, rutinitas yang itu-itu saja, dan berbagai hal lainnya yang cenderung statis dan tidak berubah, semua bisa dikategorikan sebagai zona nyaman.

Perlu dipahami, tidak ada yang salah apabila kamu menikmati berada di zona nyaman, namun apabila kita bicara soal pengembangan diri, maka zona nyaman adalah hal yang harus dihindari dan didobrak.

Kamu harus lebih berani untuk keluar dari zona tersebut agar bisa mendapatkan tantangan baru sehingga kemampuanmu bisa semakin terasah dan bahkan meningkat.

Cobalah rutinitas yang baru, pindah ke lingkungan baru, lebih agresif dalam mendaki karir jabatan di kantor, cari pekerjaan baru di kantor baru, atau apapun yang bisa memberikanmu tantangan baru dalam hidup, supaya diri kamu bisa lebih berkembang.

Kesimpulan

Tentunya akan sulit mencoba melepaskan diri dari ketiga faktor di atas apabila kamu memilikinya, namun itu semua bisa diatasi asalkan kamu benar-benar memiliki keyakinan dan kemauan yang keras.

Jangan juga jadi melakukan hal-hal yang malah merugikan orang lain dan menyakiti perasaan orang lain, misalnya nekat ngutang uang ke orangtua demi menjalankan bisnis yang kamu sendiri belum rencanakan dengan matang atau bahkan tidak kuasai, yang malah berujung kamu tidak bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Bicara soal perencanaan, ini merupakan salah satu faktor yang krusial dalam membantu pengembangan diri di samping melakukan refleksi diri.

Sangat dianjurkan untuk lebih berani dalam mengambil suatu keputusan, namun pastikan semua telah direncanakan dengan matang, dan pelajari segala hal yang mampu meningkatkan faktor kesuksesanmu sebelum mulai mengambil tindakan.

Pilah-pilih mana faktor yang bagi kamu krusial dan mana yang sebenarnya bisa kamu abaikan, dan hanya ambil keputusan apabila banyak faktor bisa diabaikan tanpa menimbulkan risiko yang fatal bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarmu.

Demikianlah beberapa faktor yang menghambat pengembangan diri yang bisa kamu coba mulai atasi dan hindari supaya kamu bisa lebih berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, berpengalaman, serta memiliki kemampuan lebih.

BACA JUGA  Ciri-ciri Seorang Introvert

Download Artikel dalam Bentuk PDF

Artikel Lainnya

Loading...

Mau punya website sendiri ?

Yuk buat website di RBC Hosting

Kamu bisa membuat website apa saja, mulai dari sales page, profil usaha, website pribadi, blog, website acara, website katalog, undangan pernikahan online, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhanmu. 

Mulai dari Rp300rb /tahun saja!

Tinggalkan Balasan

Tinggalkan komentar via FB

DomaiNesia
Loading...