Apa itu Podcast ? Definisi dan Penjelasannya

Apa itu Podcast ? Bagi beberapa dari kamu yang sering mendengar istilah tersebut tapi masih belum memahaminya, berikut penjelasannya.
apa-itu-podcast

Bagikan artikel ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on email
Share on print

Sering mendengar istilah podcast tapi masih belum mengerti apa sebenarnya artinya?

Pada artikel kali ini Asaljeplak akan mencoba mengulik lebih dalam mengenai istilah tersebut dan mencoba menjelaskan secara lengkap mengenai apa, bagaimana, dan beberapa contoh dari podcast tersebut yang sebenarnya memang masih kurang familiar di Indonesia.

Tentunya masih banyak dari kita yang setiap hari mencari suatu bentuk hiburan ataupun informasi dalam berbagai format, entah itu dengan menonton televisi, membaca koran atau majalah, streaming video Youtube, main game online atau offline, scrolling dan membaca postingan medsos influencer, dan bisa juga dengan mendengarkan radio.

Apalagi kalau bicara di era digital sekarang ini, semakin banyak ragam atau varian dari berbagai jenis media yang bisa kita dapatkan setiap harinya, dengan beragam topik yng sesuai dengan apa yang kita cari tentunya.

Salah satu dari ragam atau varian bentuk hiburan dan sumber informasi tersebut adalah Podcast, yang sangat marak di Luar Negeri tetapi sejauh pengamatan Asaljeplak masih jarang yang melakukannya di Indonesia.

Lalu apa sih sebenarnya Podcast itu ?

Apa itu Podcast ?

podcast-artinya

Podcast adalah suatu bentuk siaran yang biasanya terdiri dari sejumlah episode / serial yang bisa kamu unduh (download), dan umumnya berbentuk file audio meskipun saat ini juga banyak yang menggunakan format video.

Kalau kamu sering mendengarkan siaran radio atau menonton video dengan format ala penyiar radio, podcast bisa dibilang serupa dengan itu, namun bedanya yang paling utama adalah pada aksesibilitasnya, yang mana kamu bisa mendengarkan podcast kapan saja (on-demand) sementara tidak demikian dengan siaran radio.

Tidak hanya itu saja, Podcast biasanya memiliki satu tema tertentu di dalam serangkaian episode nya, dan berisikan topik-topik yang hanya termasuk ke dalam tema tersebut saja, meskipun banyak juga yang tidak melakukan seperti itu.

Asal Nama Podcast

podcast-kepanjangannya

Podcast sendiri merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu iPod dan Broadcast, alias iPod Broadcast yang apabila diterjemahkan secara harfiah berarti “siaran (melalui/pada) iPod”.

Kok iPod ? Bukannya iPod itu produk keluaran Apple ya? Apa hubungannya?

Meskipun “meminjam” dari nama salah satu produk milik Apple, istilah Podcast sendiri sebenarnya sudah ada bahkan sejak sebelum Apple mengimplementasikan layanan Podcast mereka ke dalam iTunes, namun memang berkembang di saat produk iPod sudah beredar di pasaran.

Asal nama Podcast sendiri pertama kali dipopulerkan pada tahun 2004 oleh jurnalis BBC dan The Guardian bernama Ben Hammersley pada salah satu artikel yang ditulisnya untuk koran The Guardian, yang mana pada waktu itu salah satu pemutar audio yang sangat fenomenal adalah iPod.

Untuk mengurangi kesan keterlibatan Apple di dalam istilah ini, banyak juga yang menggunakan nama Netcast (Internet Broadcast), atau menggunakan kepanjangan yang berbeda, yaitu “Portable on Demand Broadcast” yang apabila disingkat tetap bernama Podcast.

Sejarah Podcast

sejarah-podcast

Setelah Asaljeplak menjelaskan sekilas mengenai apa itu Podcast, berikut ini Asaljeplak akan mencoba merangkum bagaimana sejarah Podcast itu berawal, siapa yang memulai, dan mengapa istilah tersebut bisa cukup booming di beberapa tahun belakangan ini.

Ide mengenai Podcast pertama kali dianggap berasal dari salah seorang VJ MTV bernama Adam Curry pada tahun 2004, yang berkolaborasi dengan Dave Winer, untuk membuat dan mendistribusikan siaran radio atau berita, dalam bentuk file audio digital, sehingga bisa diputar kembali pada berbagai perangkat pemutar audio portabel.

File-file audio tersebut akan disusun secara episodik sehingga pendengarnya bisa mendengarkan secara berurutan kapanpun dan dimanapun mereka inginkan menggunakan perangkat pemutar audio masing-masing.

Jadi apabila kalian memahami konsep RSS (RDF Site Summary / Rich Site Summary / Really Simple Syndication), ide dari Adam Curry dan Winer ini adalah membuat sekumpulan rangkuman “artikel” seperti RSS, namun dalam bentuk file audio.

Aplikasi (apps) pertama yang dianggap terbaik pada masanya untuk kebutuhan Podcasting adalah iPodderX buatan August Trometer dan Ray Slakinski, yang merupakan penyempurnaan dari pyPodder buatan Slakinski.

Pada bulan Juni tahun 2005, Apple merilis iTunes 4.9 yang menambahkan dukungan formal untuk podcast, sehingga tidak perlu lagi menggunakan apps terpisah untuk mengunduh dan mentransfer file podcast ke perangkat seluler.

Selain itu, Apple juga mengeluarkan peringatan dan tuntutan hukum untuk banyak pengembang aplikasi podcast dan penyedia layanan yang menggunakan istilah “iPod” atau “Pod” dalam nama produk mereka.

Dalam kurun waktu satu tahun, banyak podcast dari jaringan radio ternama seperti BBC, CBC Radio One, NPR, dan Public Radio International yang menempatkan banyak acara radio mereka di platform iTunes tersebut.

Jenis Podcast

jenis-podcast

Dalam implementasinya. Podcast tidak lagi hanya menggunakan format audio saja, dan sudah semakin berkembang menggunakan beragam format, dan juga topik-topik yang dibahas pun terkadang sudah tidak menyerupai format siaran radio.

Beberapa jenis dan ragam podcast yang umum digunakan antara lain:

  1. Podcast Novel, yang membagi satu cerita fiksi ke dalam beberapa episode podcast,
  2. Podcast Video (Vodcast), yang menggunakan video dan bukan audio,
  3. Podcast Politik, yang membahas kejadian-kejadian yang terjadi di masyarakat, situasi pemerintahan, dan biasanya dibawakan dengan lebih formal tapi tetap santai.

Media Podcast

media-podcast

Media yang digunakan untuk menayangkan atau menyiarkan Podcast tentunya akan berpengaruh pada cara pendengar dalam berlangganan atau mendengarkan Podcast favorit mereka, dan saat ini biasanya media yang digunakan antara lain adalah:

  1. Website pribadi, yang menggunakan website milik sendiri, umumnya menerapkan sistem berlangganan (berbayar), meskipun banyak pula yang menyediakan secara gratis atau cuma-cuma,
  2. Youtube, yang dalam beberapa tahun belakangan ini juga marak digunakan untuk digunakan sebagai media penyiaran podcast untuk para Podcaster/Youtuber,
  3. Website Pihak ketiga, yang menggunakan website penyedia layanan audio hosting semacam Soundcloud, Play.ht, Buzzsprout, Podbean, Blubrry, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Seiring dengan kemajuan teknologi jaringan internet dan perangkat pemutar media digital seperti smartphone atau audio player, tentunya semakin hari akan semakin banyak podcaster-podcaster baru bermunculan yang bisa dianggap akan menyaingi eksistensi dari metode penyiaran tradisional seperti radio.

Mulai dari sekedar berbagi cerita sehari-hari, cerita fiksi, hingga kejadian-kejadian penting yang terjadi di suatu negara atau seluruh dunia, Podcast merupakan suatu tren yang tidak bisa dielakkan dan akan terus berkembang mengingat keunggulannya dibandingkan stasiun radio lokal.

Dengan mengandalkan jaringan internet, sangat mudah bagi semua orang untuk membuat podcast mereka masing-masing, yang tentunya akan lebih murah apabila dibandingkan dengan memulai stasiun radio milik kamu sendiri.

Format audio dan video yang digunakan, kemudian aksesibilitas yang lebih mudah dibanding media tradisional, juga berperan besar dalam meningkatkan kemunculan podcaster-podcaster baru, yang kesuksesannya akan sangat tergantung pada format serta gaya pembawaan dan target audiens yang mereka sasar.

Asaljeplak sendiri juga iseng-iseng mencoba membuat channel Youtube khusus untuk Podcast sendiri, yaitu di channel Asalpodcast yang sampai saat ini juga masih sangat jarang diupload (baru ada 4 episode) hahaha.

Semoga artikel ini bisa membantu kamu lebih memahami soal Podcast, dan jangan lupa untuk SUBSCRIBE ke channel Asaljeplak dan juga SUBSCRIBE ke channel Asalpodcast yaa.

Baca juga artikel lainnya:

Artikel Lainnya

Mau punya website sendiri ?

Yuk buat website di RBC Hosting

Kamu bisa membuat website apa saja, mulai dari sales page, profil usaha, website pribadi, blog, website acara, website katalog, undangan pernikahan online, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhanmu. 

Mulai dari Rp300rb /tahun saja!

Loading...

Tinggalkan komentar