mantan oh, mantan… (part 1)

7
600
Beri Nilai untuk Artikel ini

di suatu malam yang cerah, seorang teman tiba-tiba bertanya (entah butuh jawaban ataupun sekedar retorika)…

” ada apa sih dengan cewek dan mantannya?? kesel gua…”

kebetulan temen gw ini cowok, jadi yang dibahas adalah mengenai cewek. Dia mempertanyakan kehadiran mantan pacar yang merusak hubungan dia dengan seorang wanita, karena ternyata wanita tersebut tidak bisa lepas dari mantannya…

hmm,, masalah klasik, begitu pikir gw, dan hanya bisa tertawa kecil mendengar pertanyaan (atau keluhan?) dari temen gw tersebut. Setelah gw berpikir lebih lanjut, tiba-tiba gw mendapat ide sok keren untuk membahas teori pacaran klasik ini mengenai mantan pacar.

Arti dari mantan sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia versi gw (100% asal) mempunyai pengertian sebagai “seseorang yang pernah menjadi…” atau “sudah tidak lagi menjadi….”

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian mantan pacar itu sendiri adalah “seseorang yang pernah menjadi pacar” atau “sudah tidak lagi menjadi pacar”.

Mengapa ini menjadi masalah di sebagian besar hubungan pacaran? Asaljeplak akan berusaha memberikan analisa terbaiknya (100% asal) agar kita dapat memahami dan mengerti, bagamana psikologis seseorang dengan mantan pasangannya, dan mudah-mudahan dapat mendapatkan solusi terbaik.

Pertama-tama, kita analisa terlebih dahulu, apa saja penyebab kegagalan hubungan dalam pacaran, yang menyebabkan status keduanya menjadi mantan :

1. Putus karena tidak ada kecocokan. Wajar suatu hubungan mengalami ketidakcocokan, karena manusia pada dasarnya tidak sama, dan di balik setiap kecocokan pasti ada perbedaan.

2. Putus karena perbedaan keyakinan. Kalau yang satu yakin, tetapi yang lainnya tidak yakin, tentu saja tidak akan membuat suatu hubungan berhasil, malah akan menyebabkan masalah di kemudian hari.

3. Putus karena pihak ketiga. Ini masalah yang cukup pelik dikarenakan adanya kehadiran orang ketiga dalam suatu hubungan, yang tentu saja menyebabkan permasalahan kepada pembagian waktu luang dan perhatian.

4. Putus karena tidak disetujui orang tua. Ya sudahlah, kalau ngelawan ntar kualat lho…

Setelah menganalisa penyebab putusnya suatu pasangan dalam pacaran, kita juga perlu melihat variabel- variabel lain seperti lamanya pacaran, intensitas pacaran, dan juga ketertarikan secara fisik antar pasangan.

Variabel-variabel ini mempunyai pengaruh besar dalam menentukan seberapa besar pengaruh yang dapat diberikan oleh si mantan untuk masih mengganggu kehidupan sosial mantan pasangannya. Ya, benar, variabel-variabel tersebut mempunyai faktor penentu yang sangat besar. Seberapa besar? Ini jawabannya :

1. Lamanya Pacaran. Semakin lama semakin sulit untuk melepas sesuatu yang pernah kita miliki. Hal ini berlaku juga dalam hal pacaran.

2. Intensitas pacaran. Semakin intens hubungan seseorang dengan pasangannya di masa lalu, akan semakin sulit untuk merelakan (halah dangdut). Variabel ini masih berkaitan dengan variabel nomer 1.

3. Ketertarikan Fisik. Jujur saja, akan lebih sulit melepas seseorang yang mempunyai kadar fisik yang lebih dari manusia biasa pada umumnya. Ini berpengaruh pada faktor kebanggaan seseorang pada fisik pasangannya, yang mungkin masih membekas meskipun sudah putus.

Dari ketiga variabel tersebut, tidak akan valid penjelasan yang diberikan apabila tidak meninjau faktor-faktor penyebab berakhirnya suatu hubungan (-putus, red.), karena antara penyebab putus dan ketiga variabel tersebut mempunyai tingkat korelasi yang tinggi dan berdampak pada hasil yang diakibatkan.

Sampai di sini, ada pertanyaan ?

Beri Komentar