Mengenal Definisi serta Jenis-jenis Web Hosting

0
494

Berikut ini Asaljeplak akan berikan beberapa jenis Web Hosting yang perlu kamu ketahui, terutama bagi kamu yang baru dalam bidang website dan internet.

[ad_1]

 

Bagi kamu yang baru memulai jasa pembuatan website, web design, dan ataupun yang sedang belajar mengenai jaringan pasti akan cukup sering bertemu dengan istilah web hosting.

Lalu apa itu definisi web hosting ? Web hosting adalah suatu layanan yang gunanya adalah untuk menyimpan data-data yang diperlukan untuk website pada suatu server, baik itu server milik penyedia layanan web hosting, ataupun mereka menyewa server tersebut dari pihak ketiga, atau mereka menyediakan ruang untuk kamu menyimpan server kamu sendiri.

Server tersebut kemudian akan terkoneksi dengan Internet dan kamu akan diberikan akses untuk mengakses server tersebut secara remote alias tidak harus datang ke lokasi dan bisa dilakukan dari depan komputer atau laptop kamu sendiri (yang terhubung dengan internet pastinya).

Analogi gampangnya seperti ini, anggap server itu komputer atau laptop kamu, dan website kamu itu merupakan kumpulan file yang kamu simpan di dalam satu folder. kalau di PC atau laptop cara aksesnya bisa pake eksplorer atau mengetikkan alamatnya (misalnya C:\folder-website), hanya kalau untuk website alamat itu bisa menggunakan nama domain untuk mempermudah mengakses website kamu.

Baca artikel Asaljeplak mengenai definisi website dan WWW di sini ya :

Apa itu Website ?

Apa itu WWW (World Wide Web) ?

[ad_2]

 

Sebagai catatan, kebanyakan penyedia layanan hosting TIDAK mengikutkan pendaftaran domain untuk website kamu, karena registrasi domain membutuhkan biaya terpisah, dan kalaupun disertakan itu merupakan bagian dari promosi penyedia layanan dan umumnya hanya gratis domain selama 1 tahun pertama (domain dibayar per tahun).

Web Hosting sendiri terdiri dari beberapa tipe layanan,yaitu Free Hosting, Shared Hosting, Dedicated Hosting, VPS Hosting, Collocation Hosting, Reseller Hosting dan yang sedang populer saat ini adalah Cloud Hosting. Berikut ini penjelasan dari jenis-jenis hosting tersebut :

Free Hosting

Sesuai namanya, Free Hosting merupakan layanan web hosting gratis yang bisa kamu dapatkan, biasanya dari program promo dari beberapa penyedia layanan web hosting yang biasanya akan membatasi jatah ruang yang bisa kamu gunakan.

Selain dari program promo tersebut, layanan free hosting ini juga biasanya secara tidak langsung diberikan kepada kamu oleh penyedia pembuatan website gratis seperti Wix, Weebly, dan juga provider blog site seperti WordPress dan Blogspot.

Agak ngelantur dikit nih, tapi mau asaljeplak tambahkan sedikit sebagai catatan saja, untuk penyedia pembuatan web gratis tersebut biasanya memiliki keterbatasan tersendiri, yaitu kamu tidak bisa menggunakan alamat domain kamu sendiri (ada biaya tambahan biasanya) dan hanya menggunakan sub-domain dari alamat website mereka.

Misalnya asaljeplak.com menyediakan layanan web/blog gratis semacam wordpress.com atau blogspot.com , kalau kamu mendaftar di asaljeplak.com nantinya alamat web atau blog kamu adalah namablogkamu.asaljeplak.com , itu dikenal dengan istilah subdomain.

baca juga postingan lain asaljeplak mengenai perbedaan antara wordpress.com dengan wordpress CMS

Shared Hosting

Nah lho, apalagi ini? Shared Hosting merupakan salah satu layanan yang umum ditawarkan dan digunakan untuk kebutuhan website. Shared Hosting tersebut merupakan layanan yang menyewakan ruang harddisk di dalam 1 server ke beberapa pengguna.

Biasanya penyedia layanan akan membagi-bagi ruang tersebut kedalam beberapa paket misalnya Paket hosting 256MB atau paket hosting 1 GB, dll.

Jadi folder website kamu (baca analogi asaljeplak di atas), akan ditempatkan pada 1 komputer server bersama folder-folder website milik orang lain, dan sama-sama menggunakan spek dari 1 server tersebut (memory/RAM, processor, harddisk, bandwidth)

Jadi kalau spek servernya kurang bagus tapi diisi folder web yang terlalu banyak tentunya akan berakibat fatal yang bisa membuat web kamu sangat lambat untuk diakses, meskipun memang ada beberapa faktor lain yang berpengaruh seperti jumlah pengunjung dari masing-masing website, metode coding web kamu, dsb.

Kelebihannya, paket web hosting jenis Shared Hosting ini merupakan paket yang termurah biasanya dibandingkan jenis lainnya karena hanya menggunakan 1 server sehingga biaya untuk operasional server tersebut dibagi-bagi ke kamu dan pemilik website lainnya.

Kekurangannya ya itu tadi, 1 server diisi oleh banyak website, bisa menambah risiko web kamu lambat untuk diakses, dan untuk kasus-kasus tertentu akan sering down apabila salah satu pemilik website yang berbagi hostiingan dengan kamu “bandel” seperti menyisipkan script-script yang bisa melonjakkan traffic sehingga tidak bisa di handle oleh server nya (tapi ini jarang sih)

Dedicated Hosting

Nah kalau ini beda lagi ceritanya, untuk Dedicated Hosting kamu menyewa 1 server untuk kamu sendiri. Analoginya, kalo di shared hosting kamu itu nge-kos, nah kalau di dedicated kamu itu punya rumah sendiri.

Tentunya akan berbeda dengan Shared Hosting, pada layanan Dedicated kamu biasanya akan mengurus sendiri segala sesuatunya, namanya juga rumah sendiri kan, beda dengan nge-kos dimana kita mesti nurutin maunya ibu Kos hahaha.

Mulai dari instalasi panel kontrol hingga settingan server biasanya merupakan tanggung jawab kamu sendiri, jadi disini kamu mesti memiliki pengetahuan manajemen server yang cukup lumayan dan tidak disarankan kalau kamu buta sama sekali dalam hal tersebut.

Kelebihannya adalah semua sumber daya dan spek pada 1 server tersebut hanya buat kamu saja, khusus, spesial, tidak dibagi-bagi dengan yang lain (aww co cwiit), jadi semua tergantung ilmu kamu untuk memaksimalkannya.

Kekurangannya ya pastinya dalam segi harga, karena layanan jenis ini lebih mahal biasanya, wajar karena 1 server itu cuma buat kamu saja jadi ya biaya operasional server tersebut kamu yang tanggung. Dan seperti yang asaljeplak sebutkan di atas bahwa layanan jenis ini membutuhkan pengetahuan level intermediate sampai tingkat advance dan tidak disarankan untuk pemula.

VPS Hosting

VPS Hosting merupakan layanan tengah-tengah antara Shared dengan Dedicated. VPS sendiri merupakan singkatan dari Virtual Private Server yang kalau dialihbahasakan menjadi Server Pribadi Virtual, yang berarti kamu akan diberikan 1 server tetapi bukan server fisik seperti dedicated melainkan server virtual.

Servernya boong-boongan gitu? bukan dong, tetapi kasarnya VPS itu biasanya 1 Server fisik dengan spek yang sangaaaat tinggi yang sebagian speknya bisa kamu sewa untuk kebutuhan kamu.

Analoginya kalau Shared tadi nge-kos, Dedicated itu punya rumah sendiri, nah kalau VPS berarti kamu sewa Apartemen atau ngontrak. Beda kan ngontrak sama ngekos? kalau ngekos ada aturan-aturan Ibu kos yang perlu kamu turuti, kalau ngontrak biasanya lebih bebas tetapi ya kamu harus atur sendiri.

[bctt tweet=”Jadi kalau VPS itu, 1 server fisik akan dibagi-bagi alias di virtualisasi menjadi beberapa server virtual. ” username=”asjeplak”]

Kelebihannya adalah layanan ini bisa menjadi jembatan buat kamu antara Shared hosting dengan Dedicated Hosting, baik dari segi pembelajaran, kebebasan, dan biaya (relatif kalau ini).

Jadi kalau kamu merasa Shared Hosting terlalu membatasi ruang gerak kamu tetapi kamu belum PD untuk mengelola server fisik sendiri seperti dalam layanan Dedicated, pilihlah VPS Hosting.

Kekurangannya, harga relatif lebih mahal dibanding Shared Hosting dan juga butuh ilmu manajemen server yang lebih dari sekedar pemula meskipun tidak sesulit Dedicated, meskipun ini bisa juga kamu gunakan sebagai media belajar mengenai manajemen server.

[wp_ad_camp_4]

Collocation Hosting

Nah kalau ini lebih simpel penjelasannya. Kalau kamu sudah paham mengenai beda jenis layanan di atas akan lebih mudah memahami soal ini.

Karena pada dasarnya, Collocation Hosting itu adalah kamu menyewa ruang untuk menempatkan server fisik yang kamu beli sendiri. Untuk pengelolaannya mirip dengan Dedicated Server kok.

Reseller Hosting

Sesuai namanya, Reseller Hosting adalah layanan yang membolehkan kamu untuk menjual paket-paket hosting kamu sendiri, atau lebih tepatnya paket Shared Hosting kamu sendiri.

Mirip dengan Shared, tetapi di sini kamu akan menyewa kapasitas harddisk dan bandwidth yang besar untuk kemudian bisa kamu bagi-bagi sendiri menjadi paket Shared Hosting sesuai mau kamu sendiri, tetapi tetap mengikuti aturan-aturan yang diberikan penyedia layanan.

Jadi kalau untuk Reseller Hosting, kamu menyewa kapasitas besar yang nantinya bisa kamu jual kembali atau kamu pakai semua, tetapi pengelolaannya mirip dengan Shared Hosting sehingga tetap dibatasi dan tidak sebebas VPS ataupun Dedicated.

Layanan ini cocok untuk kamu yang ingin memulai bisnis Hosting. Tapi kalau ilmu kamu sudah lumayan Asaljeplak sarankan kamu ambil paket VPS saja, karena dengan paket VPS (dan juga Dedicated) kamu bahkan bisa menjual paket Reseller lho.

Cloud Hosting

Apa lagi ini? Hosting di awan? apa itu? maksudnya bagaimana?

Nah untuk layanan hosting yang satu ini tergolong baru memang, tetapi cukup booming sebagai alternatif dari VPS.

Yang membedakan dengan VPS adalah Cloud Hosting menggunakan teknologi Cloud Computing yang dapat menggunakan beberapa server untuk bisa menjadi 1 server. Jadi kasarnya spek server virtual kamu bisa jauh lebih tinggi dibanding VPS karena bisa mengambil spek dari beberapa server.

Kalau VPS adalah 1 server dengan spek tertentu dibagi menjadi beberapa server, sementara Cloud Hosting itu beberapa server bisa digabungkan untuk dianggap menjadi 1 server dengan menggunakan spek dari beberapa server tersebut.

Kelebihannya dari Cloud Hosting ini adalah kamu bisa upgrade tanpa batas, misalkan kalau VPS upgrade mentoknya adalah 4GB RAM per VPS, pada Cloud kamu bisa upgrade terus menerus selama penyedia layanan menyanggupi.

Kekurangannya biasanya dari segi keamanan, analoginya file yang kamu unggah ke penyedia layanan bisa jadi tersebar ke beberapa server, tapi ini mestinya akan semakin membaik seiring meningkatnya teknologi Cloud Computing.

Kemudian banyak kasus menyebutkan bahwa Cloud Hosting lebih tinggi waktu downtime nya alias website kamu akan lebih sering mati atau tidak bisa diakses (meskipun ngga sering-sering amat haha) dibandingkan jenis layanan hosting lainnya.

Nah, demikian definisi serta jenis web hosting yang perlu kamu ketahui sebelum berurusan dengan hosting-menghosting ini. Apabila ada yang mau ditanya bisa tinggalkan di kolom komentar ya. (apabila butuh layanan hosting atau domain bisa tinggalkan email kamu nanti Asaljeplak kirimin daftar harganya hehehe)

Semoga bermanfaat ya artikel mengenai “Mengenal Definisi serta Jenis-jenis Web Hosting” ini.

Salam Asaljeplak!

PLAK!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here