Sejarah Kerajaan Bali di Nusantara

Kali ini Asaljeplak akan membahas tentang sejarah kerajaan Bali di Nusantara yang dimulai sejak sekitar tahun 914 Masehi.
sejarah-nusantara
Spread the love

Sejarah kerajaan Bali di Nusantara, dan di Indonesia pada khususnya telah dimulai sejak waktu yang lama, yaitu sekitar tahun 914 Masehi, dan bahkan sangat dikenal pada masa Dinasti Tang di Tiongkok.

Pada masa dinasti tersebut, kerajaan Bali yang juga dikenal dengan nama Po-Li atau Dwa-pa-tan dikenal memiliki kebudayaan yang serupa dengan kerajaan Ho-Ling (Kalingga), dan sangat maju dalam hal agrikultur (bercocok tanam) tanaman Padi, serta masyarakatnya sudah mengenal tulisan.

Kehidupan Sosial dan Budaya Kerajaan Bali

sejarah-kerajaan-bali

Agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat Kerajaan Bali Kuno, meskipun sangat terbuka menerima pengaruh dari luar, akan tetapi mereka tetap mempertahankan kepercayaan nenek moyangnya tempo dulu. Kerajaan Bali menganut agama Hindu, Budha, dan juga menganut kepercayaan animisme.

Dalam kesehariannya masyarakat Kerajaan Bali Menggunakan Sistem Kasta yaitu sistem kemasyarakatan yang dianut Kerajaan Bali sesuai dengan kebudayaan Hindu di India, sehingga masyarakat di Bali dibedakan dalam beberapa kasta yang berbeda.

Untuk masyarakat yang berada di luar kasta tersebut disebut budak atau njaba.

Sistem hak waris di dalam kehidupan keluarga Kerajaan Bali dibedakan untuk anak laki-laki dan anak perempuan, dimana anak laki-laki memiliki hak waris yang lebih besar dibanding dengan anak perempuan.

Kesenian Kerajaan Bali yang terkenal dibedakan atas sistem kesenian keraton dan sistem kesenian rakyat.

Kehidupan Perekonomian Kerajaan Bali

Kehidupan perekonomian dalam Sejarah Kerajaan Bali difokuskan kepada bidang pertanian sebagai mata pencahariannya. Hal ini atas dasar isi prasasti yang telah ditemukan dan isinya berkaitan dengan hal-hal bercocok tanam pertanian.

Pedagang di Kerajaan Bali juga dibedakan atas pedagang laki-laki dan pedagang perempuan. Para pedagang masa Kerajaan Bali sudah melakukan perdagangan antara pulau-pulau yang dalam hal ini dibuktikan dari isi prasasti yang ditemukan yakni prasasti Banwa Bharu sebagai peninggalan Kerajaan Bali.

Raja-raja di Kerajaan Bali

Dalam Sejarah Kerajaan Bali Raja yang pertama adalah Kesari Warmadewa yang merupakan pendiri dinasti Warmadewa.

Selanjutnya Raja kerajaan Bali yang kedua adalah Ugrasena (915-942), di mana Ia bertakhta di Singha mandawa dengan terdapat banyak peninggalan berupa prasasti, yaitu berjumlah 9 prasasti.

Kemudian raja ke tiga kerajaan bali yaitu Aji Tabanendra Warmadewa dimana pemerintahannya berlangsung pada tahun 955 sampai 967 Masehi.

Raja ke empat kerajaan Bali adalah Jaya Singa Warmadewa, kemudian raja ke lima kerajaan bali ialah Janasadhu Warmadewa dengan masa kepemimpinan tahun (975-983 Masehi).

Raja ke enam kerajaan bali yaitu Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi tahun (983 Masehi), Kemudian raja ke tujuh kerajaan bali adalah Udayana Warmadewa uang memerintah sampai tahun 1001 Masehi.

Raja Selanjutnya adalah Anak Wungsu yang juga banyak meninggalkan prasasti yaitu berjumlah sekitar lebih dari 28 prasasti. Raja ke 10 kerajaan bali adalah Jayasakti dengan masa kepemimpinan pada tahun 1133 sampai 1150 Masehi. Raja Jayasakti sering disebut sebagai jelmaan dewa wisnu oleh penduduk Kerajaan Bali.

Setelah runtuhnya Jayasakti, Kerajaan Bali diambil alih oleh Kerajaan Majapahit, di mana hal ini disebabkan setelah Jayasakti wafat, raja-raja yang memerintah sangat lemah dan tidak mampu membendung kedigdayaan Majapahit.

Kejayaan dan Runtuhnya Kerajaan Bali

perang-puputan

Masa kejayaan Kerajaan Bali terjadi pada saat dipimpin oleh Dharmawangsa pada masanya. Pada masa pemerintahan ini kerajaan bali mengalami kejayaan dengan sistem pemerintahan yang semakin jelas daripada kepemimpinan sebelumnya. Pada masa ini pihak kerajaan mempererat hubungan dengan kerajaan di Jawa Timur, hal ini memperkokoh kedudukan kerajaan di antara Pulau Jawa dan wilayah Bali.

Kerajaan Bali mengalami keruntuhan akibat siasat dari Mahapatih Gajah Mada yang pada waktu itu sedang memperluas wilayahnya ke nusantara dimana awalnya ia mengajak raja Bali untuk berunding mengenai penyerahan Kerajaan Bali ke Kerajaan Majapahit yang kemudian karena itulah Patih Kebo Iwa dikirim ke Majapahit untuk menjalani perundingan damai.

Akan tetapi sesampainya disana, Kebo Iwa pun dibunuh tanpa sepengetahuan Kerajaan bali dan kemudian Kerajaan Majapahit mengirim Gajah Mada yang berpura-pura mengajak berunding, akan tetapi kemudian ia membunuh raja Gajah Waktra sehingga Kerajaan Bali diambil alih kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Bali

Salah satu peninggalan Sejarah Kerajaan Bali yang akan kita bahas yaitu Pura Goa Gajah yang merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan bali berlokasi di sebuah desa yang bernama Desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dan jaraknya sekitar 26 km dari kota Denpasar Bali yang banyak dikunjungi. Pura Goa Gajah ini memiliki lokasi yang sangat unik yakni di tepi jurang dan di bawah-nya terdapat sungai yang jernih.

Peninggalan lainnya berupa beberapa cap kecil yang terbuat dari bahan tanah liat. Cap tersebut memiliki ukuran 2,5 cm dan ditemukan di wilayah Pejeng.

Berdasarkan perkiraan para sejahrawan, cap tersebut dibuat kira-kira pada abad ke 8 Masehi. Selain cap tersebut ditemukan juga prasasti yang menjadi peninggalan Kerajaan Bali pada tahun 882 Masehi.

Isi prasasti ini yaitu memberikan perintah untuk membuat pasanggrahan di Bukit Cinta mani akan tetapi nama raja saat itu tidak ditemukan dalam prasasti itu. Selain itu, dalam peninggalan sejarah Kerajaan Bali ditemukan juga prasasti lain, prasasti ini memiliki angka peninggalan tahun 911 Masehi.

Isi dari prasasti tersebut adalah berupa pemberian izin kepada masyarakat desa Turunan untuk membuat sebuah bangunan suji sebagai tempat pemujaan Bhattara DaTonta.

Prasasti selanjutnya yang menjadi peninggalan Kerajaan Bali ditemukan adalah prasasti Blanjong, dari prasasti ini berdirinya kerajaan Bali dapat diketahui.

Prasasti Blanjong ditulis pada tahun 914 Masehi yang ditulis dengan huruf kawi dan pranangri sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa kawi kuno dan juga bahasa Sansekerta.

Baca juga artikel sejarah Nusantara kami lainnya:

  1. Sejarah Kerajaan Tarumanegara
  2. Sejarah Kerajaan Sriwijaya
  3. Sejarah Kerajaan Samudera Pasai
  4. Sejarah Kerajaan Kalingga

Semoga artikel mengenai sejarah kerajaan Bali ini dapat membuat kamu lebih memahami lagi mengenai bagaimana kehidupan di Nusantara pada jaman dahulu sebelum bersatu di bawah Republik Indonesia.

Artikel Lainnya

Mau punya website sendiri ?

Yuk buat website di RBC Hosting

Kamu bisa membuat website apa saja, mulai dari sales page, profil usaha, website pribadi, blog, website acara, website katalog, undangan pernikahan online, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhanmu. 

Mulai dari Rp300rb /tahun saja!

Loading...

Tinggalkan komentar

Advertisement
hosting indonesia
hosting murah

Artikel Terbaru

Follow Us

Asaljeplak YT

Loading...
Optin Form
Statistik Blog
  • 2.729.981 hit