Tahapan pembelian barang di perusahaan

0
463

Hmm, kali ini asaljeplak mau sok professional, yaitu membahas gimana sih alur pembelian di suatu perusahaan.

peringatan : ini berdasarkan pengalaman asaljeplak sendiri kerja di tempat orang dan akhirnya mulai bisnis sendiri, jangan diambil hati.. eh, maksudnya jangan dijadiin patokan banget2. kalau dijadiin referensi ya bagus, kalo nggak ya gpp :p 

Tentunya kita sering bertanya, gimana sih suatu perusahaan membeli barang? apakah dateng langsung ke toko? atau gimana? buat yg ngerti diem aja yah, ini buat yg masih penasaran aja hehehe.

[ad_1]

 

Tahap 1 : membuat PR (Purchase Request)

  • biasanya form ini diterbitkan dari departemen yang membutuhkan pembelian barang, dan mereka blon tau harganya, dan ini biasanya untuk perusahaan yang punya tim purchasing/procurement/pengadaan/pembelian sendiri.

Tahap 2 : membuat RFQ (Request for Quotation) atau meminta Quotation / Penawaran

  • setelah PR diterima oleh tim purchasing/procurement/pengadaan/pembelian, mereka lalu mencari vendor-vendor yang terkait dengan barang yang ingin dibeli, untuk kemudian masing-masing vendor akan dikirimkan form RFQ untuk diisi oleh vendor. RFQ ini sendiri tentunya berisikan daftar barang yang ingin dibeli (yang terkait dengan vendor tersebut), kemudian form isian untuk vendor menuliskan harga barang, dikenakan PPN/tidak, dsb.
  • Ada beberapa perusahaan yang tidak memakai RFQ dan biasanya menelfon vendor langsung untuk menyebutkan barang yang ingin mereka beli dan meminta vendor (melalui telfon atau meminta vendor datang atau datang ke tempat vendor) untuk mengirimkan quotation mereka masing2.

Tahap 3 : Seleksi atas quotation

  • ini sangat-sangat tergantung berbagai macam hal, ada perusahaan yang hanya melihat penawaran/ quotation terendah, ada yang mengundang vendor-vendor untuk datang dan masing-masing akan dinego secara langsung, dsb dsb. untuk kemudian akan dipilih salah satu vendor yang dianggap layak digunakan jasanya.

Tahap 4 : membuat PO (Purchase Order) / WO (Work Order) / SPK (Surat Perintah Kerja)

  • setelah memilih vendor, perusahaan akan menerbitkan PO/WO/SPK dan akan dikirimkan kepada vendor pemenang sebagai tanda bukti bahwa perusahaan menyetujui untuk membeli barang di vendor terpilih dengan nilai yang tertera pada quotation, dan juga termin pembayaran perusahaan.

[wp_ad_camp_4]

Tahap 5 : meminta Invoice / Faktur penagihan

  • biasanya setelah barang / pekerjaan diselesaikan atau diterima oleh perusahaan, vendor akan menyerahkan Invoice/faktur, atau ada beberapa yang hanya membutuhkan kwitansi dimana biasanya semuanya disertai materai Rp3000 (untuk nominal transaksi < Rp1jt kalo ga salah) atau materai Rp6000 (kalo gasalah ini untuk transaksi di atas Rp 1jt)

Tahap 6 : pembayaran

  • Pembayaran dilakukan sesuai termin yang disepakati (biasanya tertera di PO), entah itu dengan cicilan, bayar lunas, bayar 2 minggu setelah barang diterima, sebulan setelah barang diterima, dsb tergantung kesepakatan (meskipun biasanya vendor ikut aja apa kata mau perusahaan :p )

nah kurang lebih begitu, semoga berguna, semoga pada ngerti, semoga ga makin mbingungin, karena kalo ternyata tidak berguna, ya gausa dipikirin hahahaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here