Penggunaan Flash yang Tepat Saat Memotret

Flash memiliki reputasi buruk di kalangan fotografer. Banyak artikel yang merekomendasikan untuk tidak menggunakannya jika memungkinkan. Namun, meskipun umumnya kamu akan mendapatkan hasil foto yang lebih baik jika tidak menggunakan flash, ada beberapa situasi yang membutuhkannya.

Masalah terbesar dari penggunaan flash adalah, saat menggunakannya, kamu bisa dengan mudah mendapatkan hasil foto yang jelek. Objek di dalam foto akan menyala sangat terang, latar belakangnya hitam pekat, dan siapa pun di dalamnya terlihat “berkilau” (tidak dalam artian yang baik).

Ya memang sih, agak susah memotret pada ruangan gelap atau pada malam hari tanpa memakai flash, terutama jika memotret dengan ponsel. Tetapi, kamu bisa menggunakan flash dengan lebih hati-hati, dengan cara yang berbeda, dan dalam situasi lain yang hasilnya akan jauh lebih baik.

Kapan Menggunakan Flash?

Flash adalah salah satu dari banyak alat yang tersedia untuk fotografer. Meskipun smartphone atau kamera  mungkin secara otomatis berpindah menggunakan mode “Auto Flash” saat dirasa “Dibutuhkan” oleh sistem, tetapi sebaiknya kamu lah yang menentukan sendiri kapan sebaiknya menyalakan Flash.

Beberapa waktu yang tepat untuk menggunakan flash saat memotret antara lain adalah sebagai berikut:

Ketika Tidak Ada Pilihan Lain

Ada beberapa pilihan lain sebelum memutuskan untuk menggunakan flash, seperti:

  • Mode malam (Night Mode, Night Vision),
  • Mengubah Eksposur Kamera ( kecepatan rana yang lebih lambat, apertur yang lebih lebar, dan ISO yang lebih tinggi),
  • Menggunakan tripod, sehingga kamu dapat menggunakan kecepatan rana yang sangat lambat, dan terutama jika ingin mengambil foto lanskap dengan cahaya redup,
  • Mencari pencahayaan yang baik.

Tentu saja kamu juga bisa memakai flash apabila kamu ingin, tak peduli seperti apa hasilnya, atau kalau menurutmu hasilnya masih bisa ditolerir. Tetapi umumnya kalau masih ada opsi-opsi seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya jangan gunakan flash.

Ketika Membutuhkan Shutter Speed (Kecepatan Rana) yang Cepat

Terkadang, untuk mendapatkan foto dengan hasil seperti yang diinginkan, kamu harus menggunakan kecepatan rana yang jauh lebih cepat daripada yang dimungkinkan oleh cahaya yang tersedia. Ini biasanya terjadi saat kamu mencoba mengambil gambar dari sesuatu yang bergerak dengan cepat.

Misalnya, foto atlit yang sedang berlari, foto kendaraan yang bergerak cepat, dan lain sebagainya.

Dalam situasi tersebut, lampu flash (lampu kilat) bisa sangat berguna. Dan, bila dilakukan dengan benar, bisa menghasilkan suatu potret atau hasil bidikan yang sangat apik dan dramatis.

Saat Terlalu Banyak Cahaya

Terkadang, kita memerlukan lampu flash bukan karena cahayanya terlalu sedikit, tetapi karena terlalu banyak cahaya. Pada hari-hari yang sangat terang dan cerah, cahaya alami dapat memberikan bayangan yang buruk dan tajam pada hasil potret.

Itulah mengapa, saat memotret dalam kondisi tersebut , akan lebih baik kalau kamu menggunakan tempat teduh yang menjorok dari pohon atau bangunan.

Namun apabila kamu tidak bisa menemukan bayangan, kamu bisa menggunakan lampu flash untuk hasil yang lebih baik. Ini adalah teknik yang sangat populer dalam fotografi editorial dan fashion. Jika dilakukan dengan benar, maka hasil foto akan terlihat sangat alami.

Saat Mengambil Foto Bersama / Foto Grup

Memotret banyak orang di dalam satu foto itu sulit, karena sulitnya mengontrol pose dan pencahayaan dari masing-masing orang, meskipun cahaya ruangan secara keseluruhan terbilang baik. Karenanya, kalau kamu hanya ingin bisa mengambil foto bersama yang hasilnya memuaskan semua pihak (meskipun tidak bisa dibilang memuaskan), gunakanlah lampu flash.

Tips Menggunakan Flash

Ada beberapa tips dan trik yang bisa dicoba dalam menggunakan flash, yang antara lain adalah sebagai berikut:

  • Gunakan lampu flash eksternal (jangan gunakan flash bawaan),
  • Apabila memakai flash eksternal, arahkan kilatan lampu pada dinding sehinga cahaya akan memantul,
  • Semakin dekat ke kamera, lampu flash akan semakin berkilau. Jadi, sebaiknya atur jarak disesuaikan dengan kondisi saat memotret,
  • Edit ulang foto yang dipotret dengan flash dan atur pencahayaannya menggunakan software atau aplikasi seperti Lightroom atau Photoshop.
BACA JUGA  7 Tips Memotret dengan Hasil Keren di Konser Musik

Read Previous

Top 5 Linux Distro 2015

Read Next

Cara Memasukkan GIF pada Microsoft Word

Tinggalkan Balasan