Review Film Scary Stories to Tell In The Dark (2019)

Review film Scary Stories to Tell In The Dark yang tayang di tahun 2019 ini Asaljeplak tulis untuk kamu yang penasaran ingin menontonnya.
review-film-scary-stories-to-tell-in-the-dark-2019

Bagikan artikel ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on email
Share on print

Berikut ini merupakan review dari Asaljeplak atas film Scary Stories to Tell In The Dark yang bergenre Horor, Thriller dan tayang pada tahun 2019.

Info Film

Judul Film Scary Stories to Tell In The Dark
Genre Horor, Thriller
Tahun Rilis 2019
Sutradara André Øvredal
Penulis Naskah Guillermo del Toro
Patrick Melton
Marcus Dunstan
Dibintangi oleh Zoe Colletti
Michael Garza
Gabriel Rush
Austin Zajur
Natalie Ganzhorn
Austin Abrams
Dean Norris
Gil Bellows
Lorraine Toussaint

Sinopsis Film

Film ini menceritakan tentang sekelompok anak remaja yang mengambil buku misterius dari sebuah rumah tua tak berpenghuni, dan setelahnya kejadian-kejadian aneh pun mulai menimpa mereka.

Trailer Film

Review Film

A. Grafik, Visual, Sinematografi

Dari sisi visual, film ini cukup menampilkan sinematografi yang memukau, meskipun terkadang bagi Asaljeplak, beberapa adegan, bahkan hampir semua adegan horor nya terjadi di dalam cahaya yang gelap, sehingga untuk beberapa layar (kecuali kamu nonton di bioskop), bisa jadi tidak akan terlihat apa-apa atau minimal sulit melihat adegan yang terjadi.

Karena itulah film horor ini jadi kurang berkesan bagi Asaljeplak, karena terlalu mengandalkan stigma bahwa “Horor harus ada di ruangan gelap” yang sangat-sangat out-of-date dan bahkan bisa jadi ini hanyalah untuk menutupi kelemahan CGI mereka. Entahlah.

B. Alur dan Kekuatan Cerita

Jujur saja, untuk Asaljeplak yang sudah berkepala tiga dan semasa kecil sering membaca buku-buku karangan R.L Stine lewat serial Goosebumps nya, serta dibuat cukup ketakutan oleh “IT Chapter One” (bukan yang chapter Two) dan “The Curse of La Llorona”, film ini sama sekali tidak bikin takut.

Plot ceritanya terlalu ngebut, tergesa-gesa, dan tanpa pendalaman karakter sehingga menjadikan film ini terasa “kosong” dan “tidak kena” sama sekali.

Desain monster atau hantunya ? Konyol dan nggak nyeremin sama sekali, padahal Asaljeplak ini paling takut nonton film Horor.

Ceritanya pun sangat mudah ditebak tanpa ada twist yang mengejutkan, dan mungkin memang cocoknya ditonton oleh anak-anak atau remaja, atau mungkin untuk beberapa orang dewasa.

C. Kualitas Akting

Casting untuk film ini juga, mohon maaf, tidak ada yang meyakinkan dan bahkan nyaris tidak ada chemistry antar para karakter utama, serta penggambaran karakter mereka bagi Asaljeplak terlalu cheesy dan dibuat-buat.

Hal ini ditambah dengan kualitas akting pemerannya yang boleh dibilang kurang meyakinkan, dan hanya mengandalkan si karakter utama nya saja (Stella Nicholls) untuk membawa film ini, yang sepertinya masih sulit untuk Zoe Colletti.

D. Layak ditonton Anak atau Tidak?

Ada beberapa adegan yang bikin mual, tetapi karena kebanyakan adegan horornya muncul di cahaya yang gelap jadinya monster atau setannya kurang terlihat, kecuali di satu adegan (saat di Rumah Sakit) yang mana monsternya terlihat jelas.

Tidak ada adegan sadis atau gore yang berlebihan, tetapi tetap Asaljeplak sarankan untuk para orangtua mendampingi anak saat menontonnya.

E. Kesimpulan

Film Scary Stories to Tell in The Dark sebenarnya memiliki potensi, dan pada beberapa menit pertama terlihat cukup menjanjikan, tetapi jujur aja, menurut Asaljeplak film ini dibuat hanya untuk mendompleng kesuksesan film-film Horor dengan tokoh utama anak-anak ataupun remaja lainnya seperti Stranger Things dan IT Chapter One, tanpa digarap dengan matang dan serius.

Asaljeplak sendiri tidak pernah membaca buku yang menjadi basis dari film ini, dan murni hanya menilai berdasarkan apa yang Asaljeplak tonton saja, tetapi dengan bekal “based on novel” itu sepertinya berhasil meningkatkan sedikit penilaian di mata para penggemarnya.

Ini terlihat dari hasil review di situs lainnya yang cukup campur aduk, ada yang suka banget dan ada yang tidak suka sama sekali, yang mungkin bisa dibilang niat mereka yang ada di balik pembuatan film ini cukup berhasil (mengingat masih ada yang suka hahaha).

Kalau menurut Asaljeplak? Film Scary Stories to Tell In The Dark ini hanya buang-buang waktu saja karena serba tanggung. Horor yang gory atau menyeramkan tidak ada di film ini, dan juga thriller yang penuh suspense dan menegangkan pun tidak ada.

Skor film ini menurut Asaljeplak : 2/5

Artikel Lainnya

Mau punya website sendiri ?

Yuk buat website di RBC Hosting

Kamu bisa membuat website apa saja, mulai dari sales page, profil usaha, website pribadi, blog, website acara, website katalog, undangan pernikahan online, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhanmu. 

Mulai dari Rp300rb /tahun saja!

Loading...

Tinggalkan komentar