Tanda-Tanda Seseorang Menderita Antisosial

Pada artikel kali ini, Asaljeplak akan menjelaskan tanda-tanda Antisosial, gejala, definisi, dan juga cara mengobatinya.
tanda-tanda-antisocial-personality-disorder

Bagikan artikel ini :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on email
Share on print

Pada artikel kali ini, Asaljeplak akan menjelaskan tanda-tanda Antisosial, gejala, definisi, dan juga cara mengobatinya.

Kembali lagi pada seri psikologi dan kesehatan, kali ini Asaljeplak akan membahas mengenai definisi, gejala, penyebab, serta alternatif terapi dan pengobatan bagi mereka yang menderita atau mengidap Antisosial.

Salah satu penyimpangan psikologis ini termasuk yang sering disalahartikan oleh banyak orang, karena Antisosial ini sebenarnya bukanlah merujuk kepada orang-orang yang tidak mau atau tidak mampu melakukan interaksi sosial.

Orang-orang yang seperti itu disebut dengan Asosial dan bukanlah Antisosial.

Apa itu Antisosial?

Antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD atau ASP) adalah penyimpangan psikologis atau gangguan kejiwaan yang menyebabkan seseorang untuk tidak merasa terganggu atau tidak peduli apakah tindakan yang mereka lakukan merugikan orang lain atau tidak.

Psikopati dan Sosiopati juga termasuk ke dalam Antisocial Personality Disorder, yang mana keduanya memiliki karakteristik sejenis, yaitu tidak merasakan apa-apa saat melakukan suatu tindakan yang menyakiti orang lain, baik secara psikis maupun fisik.

Yang membedakan Psikopat dengan Sosiopat adalah pada umumnya seorang Sosiopat masih mampu untuk menjalin suatu keterikatan emosional dengan orang lain meskipun tetap tidak peduli dengan norma sosial yang berlaku, dan cenderung lebih impulsif, bertindak serampangan, dan lebih mudah gelisah dibandingkan seorang psikopat yang cenderung tenang dan penuh kalkulasi.

Psikopati adalah bentuk terburuk dari Antisocial Personality Disorder karena penderitanya sama sekali tidak memiliki konsep empati, dan kalaupun mereka berusaha berempati yang sebenarnya terjadi adalah mereka hanya berpura-pura atau “meniru” apa yang dilakukan orang lain saat menunjukkan empati tapi tidak merasakan empati itu sendiri.

Gangguan ASPD diperkirakan dialami oleh sekitar 2% hingga 4% dari suatu populasi, suatu jumlah yang tidak sedikit, dan lebih umum dialami oleh pria ketimbang wanita.

Ciri, Tanda, dan Gejala Antisosial

Apa saja sih ciri dan tanda -tanda dari seseorang yang menderita atau mengidap Antisosial?

Orang dengan ASPD atau ASP diperkirakan akan sering melakukan beberapa hal berikut;

  • Berbohong, menipu, dan mengeksploitasi orang lain
  • Bertindak gegabah
  • Mudah tersinggung dan agresif
  • Melawan atau menyerang orang lain
  • Melanggar hukum
  • Tidak peduli dengan keselamatan orang lain atau diri mereka sendiri
  • Tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan setelah menyakiti orang lain
  • Gagal dalam hal mencari uang, pekerjaan, atau melakukan tugas sosial
  • Menyalahgunakan narkoba atau alkohol

Siapa yang lebih mungkin mengidap gangguan Antisocial Personality Disorder?

Gangguan kepribadian antisosial lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Para ahli tidak tahu pasti apa penyebabnya, tetapi genetika dan faktor biologis lainnya dianggap berperan (terutama dalam psikopati), seperti halnya tumbuh di lingkungan yang traumatis atau kejam (terutama dalam sosiopati).Menurut penelitian, cacat dan cedera otak selama tahun-tahun perkembangan juga dapat dikaitkan dengan ASPD.

Mungkin karena pengidap ASPD sering melanggar hukum, banyak napi yang mengidap ASPD. Sebanyak 47% narapidana pria dan 21% narapidana wanita mengalami gangguan tersebut.Anak-anak dan remaja dengan gangguan tingkah laku (seperti suka membangkang dan senang melanggar peraturan) lebih mungkin untuk mengembangkan ASPD atau ASP.

Penyebab Antisosial

Apa saja yang dapat menyebabkan seseorang untuk menderita atau mengidap Antisosial?

A. Gangguan Sistem Saraf dan Fungsi Otak

Peneliti memiliki ide sendiri tentang penyebab ASPD atau ASP. Satu teori menyatakan bahwa kelainan perkembangan sistem saraf dapat menyebabkan ASP. Kelainan yang menunjukkan perkembangan sistem saraf abnormal termasuk gangguan belajar, mengompol terus-menerus dan hiperaktif.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa jika ibu merokok selama kehamilan, keturunannya berisiko mengembangkan perilaku antisosial. Hal ini menunjukkan bahwa merokok menyebabkan penurunan kadar oksigen dapat mengakibatkan cedera otak halus pada janin.

Namun teori lain menunjukkan bahwa orang dengan ASP membutuhkan masukan sensorik yang lebih besar untuk fungsi otak yang normal. Bukti bahwa antisosial memiliki denyut nadi istirahat yang rendah dan konduktansi kulit yang rendah, dan menunjukkan penurunan amplitudo pada pengukuran otak tertentu mendukung teori ini.

Individu dengan gairah rendah kronis dapat mencari situasi yang berpotensi berbahaya atau berisiko untuk meningkatkan gairah mereka ke tingkat yang lebih optimal untuk memuaskan keinginan mereka akan kegembiraan.

Studi pencitraan otak juga menunjukkan bahwa fungsi otak yang tidak normal adalah penyebab perilaku antisosial. Demikian pula, gangguan pada neurotransmitter serotonin telah dikaitkan dengan perilaku impulsif dan agresif.

Pada otak, lobus temporal dan korteks prefrontal membantu mengatur suasana hati dan perilaku. Bisa jadi perilaku impulsif atau tidak terkontrol dengan baik bermula dari kelainan fungsional pada kadar serotonin atau di daerah otak ini.

B. Faktor Lingkungan

Lingkungan sosial dan rumah juga berkontribusi pada perkembangan perilaku antisosial. Orang tua dari anak-anak bermasalah sendiri seringkali menunjukkan perilaku antisosial yang tinggi. Dalam sebuah penelitian besar, orang tua dari anak laki-laki nakal lebih sering alkoholik atau kriminal, dan rumah mereka sering terganggu oleh perceraian, perpisahan, atau ketidakhadiran orang tua.

Dalam kasus pengasuhan dan adopsi, merampas ikatan emosional yang signifikan pada anak kecil dapat merusak kemampuannya untuk membentuk hubungan yang intim dan saling percaya, yang dapat menjelaskan mengapa beberapa anak adopsi cenderung mengembangkan ASP.

Sebagai anak kecil, mereka mungkin lebih mungkin untuk berpindah dari satu keluarga yang satu ke keluarga yang lain sebelum adopsi terakhir, dengan demikian gagal mengembangkan keterikatan emosional yang sesuai atau mempertahankan sosok dewasa.

Disiplin yang tidak menentu atau tidak tepat dan pengawasan yang tidak memadai telah dikaitkan dengan perilaku antisosial pada anak-anak. Orang tua yang terlibat cenderung memantau perilaku anak mereka, menetapkan aturan dan memastikan bahwa perintah mereka dipatuhi, memeriksa keberadaan anak, dan menjauhkan mereka dari teman bermain yang bermasalah.

Pengawasan yang baik kemungkinannya kecil di rumah tangga yang broken-home karena keberadaan orang tua mungkin tidak tersedia, dan orang tua yang antisosial seringkali kurang memiliki motivasi untuk mengawasi anak-anak mereka. Pentingnya pengawasan orang tua juga digarisbawahi ketika antisosial tumbuh dalam keluarga yang besar di mana setiap anak kurang mendapat perhatian secara proporsional.

Seorang anak yang tumbuh di rumah yang terganggu dapat memasuki dunia orang dewasa dengan luka emosional. Tanpa mengembangkan ikatan yang kuat, dia mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain. Kurangnya disiplin yang konsisten menyebabkan kurangnya perhatian terhadap aturan dan kepuasan yang tertunda. Dia tidak memiliki panutan yang tepat dan belajar menggunakan agresi untuk menyelesaikan perselisihan. Dia gagal mengembangkan empati dan kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.

Anak antisosial cenderung memilih anak yang mirip sebagai teman bermain. Pola pergaulan ini biasanya berkembang selama tahun-tahun sekolah dasar, ketika penerimaan kelompok sebaya dan kebutuhan untuk memiliki mulai menjadi penting. Anak-anak yang agresif kemungkinan besar akan ditolak oleh teman-temannya, dan penolakan ini mendorong orang-orang yang tersisih untuk membentuk ikatan satu sama lain. Hubungan ini dapat mendorong dan menghargai agresi dan perilaku antisosial lainnya. Asosiasi ini nantinya dapat mengarah pada keanggotaan geng.

Pelecehan anak juga telah dikaitkan dengan perilaku antisosial. Orang dengan ASP lebih cenderung mengalami pelecehan dibandingkan orang lain saat masih anak-anak. Ini tidak mengherankan karena banyak dari mereka tumbuh dengan orang tua antisosial yang lalai dan terkadang kejam. Dalam banyak kasus, pelecehan menjadi perilaku yang dipelajari yang sebelumnya dilestarikan atau dibiasakan oleh orang dewasa yang mengasuh para orang tua tersebut.

Pengobatan Antisosial

Bagaimana cara mengobati dan menyembuhkan Antisosial?

Untuk dapat didiagnosis dengan ASP atau ASPD, seseorang harus sudah menunjukkan gejala gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun. Diagnosis tidak dapat dibuat sampai usia 18 tahun. Seringkali, orang dewasa dengan ASPD akan menunjukkan tanda-tanda gangguan perilaku di masa kanak-kanak atau awal remaja. Gejala biasanya paling buruk selama masa remaja akhir seseorang dan di usia 20-an, tetapi dapat membaik dengan sendirinya seiring waktu.

Gangguan ini sulit diobati. Orang dengan ASP atau ASPD jarang mencari bantuan sendiri, karena mereka sering berpikir bahwa mereka tidak membutuhkannya.

Apabila ingin diobati, terapi perilaku atau psikoterapi dalam pengaturan individu atau kelompok dapat membantu. Dokter terkadang menggunakan obat psikiatri tertentu seperti penstabil suasana hati atau antipsikotik atipikal (di luar label) untuk mengobati gejala seperti agresi impulsif. FDA (semacam BPOM nya Amerika Serikat) sendiri belum menyetujui obat apa pun yang khusus untuk gangguan kepribadian antisosial.

Jika seseorang yang dekat denganmu menderita ASP atau ASPD, pertimbangkan untuk menghadiri kelompok dukungan, atau cari bantuan dari psikiater, pekerja sosial, atau psikolog. Kamu tidak akan dapat mengubah perilaku orang yang kamu cintai, tetapi dapat mempelajari keterampilan mengenai bagaimana cara mengatasinya guna membantu dalam menetapkan batasan dan melindungi diri dari bahaya.

Catatan: Artikel ini tidak ditujukan sebagai pengganti konsultasi dengan dokter atau pakar terkait. Apabila kamu mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan, kami sarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan pakar sesegera mungkin guna terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA  Cara Mendidik Anak yang Suka Memukul

Download Artikel dalam Bentuk PDF

Artikel Lainnya

Loading...

Mau punya website sendiri ?

Yuk buat website di RBC Hosting

Kamu bisa membuat website apa saja, mulai dari sales page, profil usaha, website pribadi, blog, website acara, website katalog, undangan pernikahan online, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhanmu. 

Mulai dari Rp300rb /tahun saja!

Tinggalkan Balasan

Tinggalkan komentar via FB