Selain COVID-19, Jangan Lengah dari Demam Berdarah!

Selama beberapa bulan terakhir, perhatian masyarakat di hampir seluruh penjuru dunia tertuju pada virus corona. Di Indonesia, jumlah penderita COVID-19 bertambah terus setiap hari, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penyebaran virus corona. Dalam upaya pencegahan terhadap berbagai penyakit, dengan mencoba PFIMegaLife.co.id penyedia asuransi kesehatan dapat menjadi pilihan bijak. Preminya bisa disesuaikan dengan usia dan kebutuhan Anda.

Pada saat bersamaan, kasus demam berdarah di sejumlah wilayah di Indonesia tak kalah mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan RI mencatat kejadian demam berdarah DBD di Indonesia sepanjang tiga bulan pertama 2020 berjumlah 17.820. Ini jauh lebih tinggi dari jumlah kasus COVID-19 yang berkisar 5.000-an pada pertengahan April 2020. Jumlah korban meninggal akibat demam berdarah di seluruh wilayah di Indonesia sudah lebih dari 100 orang.

Tiap tahun, Indonesia selalu berhadapan dengan masalah wabah demam berdarah DBD. Masa rawan timbulnya wabah demam berdarah DBD biasanya pada musim hujan, yaitu antara akhir tahun dan awal tahun.

Dikutip dari situs Kompas, jumlah kasus demam berdarah ternyata selalu meningkat dari tahun ke tahun. Padahal, banyak upaya sudah dilakukan untuk mencegah terulangnya wabah demam berdarah. Sosialisasi tindakan pencegahan pun sudah sering diumumkan. Saking tingginya jumlah korban jiwa akibat penyakit demam berdarah, tak sedikit yang bertanya-tanya demam berdarah apakah menular?

Kesamaan COVID-19 dan Demam Berdarah

Penyakit COVID-19 baru muncul pada akhir 2019. Meski begitu, ternyata ada persamaan antara penyakit COVID-19 dan demam berdarah. Berikut kesamaan di antara kedua penyakit tersebut:

  • Selain sama-sama mewabah dan merenggut banyak nyawa, COVID-19 dan demam berdarah sama-sama disebabkan virus. Penyebab COVID-19 adalah virus SARS-CoV-2 atau lebih sering disebut virus corona, sedangkan demam berdarah disebabkan virus dengue yang terdiri atas empat stereotip, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4.
  • Baik demam berdarah maupun COVID-19 sama-sama menular. Penularan COVID-19 terjadi secara langsung maupun tidak langsung melalui percikan cairan dari mulut atau hidung orang yang sudah terinfeksi virus corona. Virus demam berdarah ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti yang memiliki ciri belang hitam putih. Orang yang digigit oleh nyamuk Aedes pembawa virus dengue akan terinfeksi oleh virus tersebut.
  • COVID-19 dan demam berdarah dapat menyerang siapa saja. Dikarenakan penularan kedua penyakit tersebut cukup mudah, bisa dibilang tiap orang berisiko terinfeksi virusnya. Risiko terinfeksi virus corona lebih tinggi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau bermasalah, seperti penderita penyakit autoimun, penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes. Risiko terinfeksi virus dengue lebih tinggi pada orang-orang yang di lingkungannya terdapat tempat-tempat nyamuk berkembang biak, yaitu genangan air bersih.
  • Kedua penyakit tersebut memiliki beberapa gejala yang sama, seperti demam tinggi dan sesak napas. Gejala utama COVID-19 adalah batuk dan sesak napas. Selain memiliki kedua gejala itu, orang yang terinfeksi virus dengue juga akan memperlihatkan gejala lain, seperti seperti mual, muntah, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, serta nyeri otot, tulang, dan sendi.
  • Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian. Virus corona menyerang paru-paru hingga membuat penderitanya kesulitan bernapas. Bila tidak ditangani secara cepat, masalah ini bisa membuat penderita COVID-19 meninggal. Infeksi virus dengue juga perlu mendapat penanganan yang tepat karena penyakit ini dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah tiba-tiba (syok), dan kematian.
BACA JUGA  Terapkan Gaya Hidup Sehat dengan Cara yang Tepat

Fase Kejadian Demam Berdarah

fase-demam-berdarah

Setelah terinfeksi virus dengue, penderitanya akan mengalami tiga fase demam berdarah, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Berikut penjelasan ketiga tahapan tersebut dikutip dari situs Alodokter.

  1. Fase Demam

Pada fase ini, penderita demam berdarah akan mengalami demam tinggi hingga 40 derajat Celcius. Demam ini bermula pada hari pertama hingga hari ketiga setelah seseorang terinfeksi virus dengue, dan akan berlangsung selama 2–7 hari.

Sepanjang demam, penderita juga akan merasakan gejala-gejala demam berdarah seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri otot, tulang, sendi, dan muncul bintik-bintik kemerahan di tubuhnya. Pada fase ini pula biasanya kadar trombosit penderita mengalami penurunan drastis. Karena itu, biasanya dokter akan memantau kadar trombosit secara ketat agar tidak berkurang hingga di bawah 100.000/mikroliter darah.

  1. Fase Kritis

Setelah demam turun, penderita demam berdarah memasuki fase kritis. Pada fase ini, meski suhu tubuh penderita sudah kembali normal. Namun, terdapat risiko perdarahan atau kebocoran plasma darah.

Risiko tersebut berbahaya karena dapat menyebabkan penderita mengalami syok dan bisa menyebabkan kematian. Fase kritis terjadi sekitar 3-7 hari sejak demam mereda dan berlangsung selama 24–48 jam.

Dalam situs Kompas, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Drdr Leonard Nainggolan SpPD-KPT menjelaskan, kebocoran plasma terjadi karena virus dengue sedang berada di pembuluh darah penderita demam berdarah. Pembuluh darah kemudian melebar, melonggar, dan terdapat celah antar sel pembuluh darah.

Dokter Leonard menambahkan, celah yang melebar di antara sel pembuluh darah itulah yang menyebabkan terjadinya kebocoran plasma darah. Lebih dari 90 persen plasma terdiri dari cairan. Menurut dokter Leonard, jika celah antarsel pembuluh darah menganga, air akan menjadi salah satu unsur yang paling banyak keluar. Bila tidak dikendalikan secara cepat, kebocoran plasma dapat membuat pasien mengalami gejala berat seperti syok.

  1. Fase Pemulihan
BACA JUGA  Contoh Descriptive Text tentang Hewan Anjing dan artinya

Fase pemulihan terjadi antara 48-72 jam setelah fase kritis terlewati. Di fase ini, cairan yang keluar dari pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah. Penderita demam berdarah pun perlahan-lahan kembali sehat dan kadar trombositnya kembali normal.

Dokter akan memantau kadar cairan di tubuh penderita secara ketat agar tidak berlebihan atau kekurangan. Bila kadar cairan terlalu banyak, penderita berisiko mengalami gagal jantung dan edema paru yang bisa berujung pada kematian.

Langkah-langkah Pencegahan Demam Berdarah

pencegahan-demam-berdarah

Menurut para ahli, nyamuk pembawa virus dengue biasanya aktif di pagi menjelang siang dan sore hari. Karena itu, Anda perlu ekstra waspada terhadap keberadaan nyamuk pada kedua waktu itu. Apalagi kini sebagian besar masyarakat berada di dalam rumah.

Risiko Anda untuk tertular virus dengue bisa jadi lebih besar, terutama bila masyarakat kurang menjaga lingkungan dari sarang nyamuk. Pada kenyataannya, penularan virus dengue bisa terjadi di berbagai jenis lingkungan, baik yang kotor maupun yang bersih.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari penyakit demam berdarah di Indonesia adalah dengan mempraktikkan langkah-langkah preventif. Tujuan utamanya adalah memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk memberantas sarang nyamuk:

  • Bersihkan genangan air yang terdapat di dalam maupun di area sekitar rumah. Nyamuk Aedes aegypti senang tinggal di genangan air bersih seperti bak kamar mandi, tempat penampungan air, pot berisi air, dan air pembuangan kulkas.

Nyamuk akan bertelur dan meninggalkan jentiknya di genangan air tersebut. Karena itu, Anda perlu secara rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat tinggal nyamuk agar jangan sampai menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Buang atau tutup rapat genangan air agar tidak ditinggali nyamuk. Bila Anda menemukan jentik di genangan air, segera buang air tersebut.

  • Bersihkan tumpukan barang bekas atau sampah di sekitar rumah. Selain di genangan air, nyamuk Aedes aegypti juga senang tinggal di tumpukan sampah atau tumpukan barang bekas yang cenderung gelap dan jarang tersentuh. Karena itu, sebisa mungkin hindari menumpuk barang yang kemudian didiamkan dalam waktu lama, seperti di gudang, di pekarangan, serta baju di balik pintu. Buanglah barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan agar tidak menjadi sarang nyamuk.
  • Gunakan pakaian tertutup. Tindakan ini bisa dilakukan terutama pada waktu nyamuk Aedes aegypti aktif beterbangan, yaitu pada pagi menjelang siang dan sore hari. Anda dapat mengenakan pakaian dan celana atau rok panjang sehingga nyamuk tidak mudah menggigit tubuh. Langkah ini dapat diikuti dengan mengolesi tubuh dengan lotion antinyamuk yang akan membuat nyamuk enggan mendekati Anda.
  • Lakukan penyemprotan atau fogging. Bila di lingkungan tempat tinggal Anda sudah ada kejadian orang menderita demam berdarah, segera ingatkan pengurus RT untuk melakukan pengasapan atau fogging.

Adanya kasus demam berdarah menjadi pertanda bahwa di lingkungan tersebut sudah terdapat nyamuk Aedes aegypti. Petugas RT akan berkoordinasi dengan petugas kelurahan dan kecamatan dalam melakukan fogging. Biasanya, fogging dilakukan di jam-jam nyamuk sedang aktif, yaitu pada pagi menjelang siang atau sore hari. Melakukan fogging di luar kedua waktu tersebut dianggap kurang efektif karena tidak akan mematikan cukup banyak nyamuk.

BACA JUGA  Pewangi Pakaian Royale by Soklin Terbukti Harum dan Lembut

Selain melakukan langkah-langkah pencegahan demam berdarah DBD, Anda juga perlu memberikan perlindungan lain bagi diri sendiri maupun anggota keluarga. Alasannya, nyamuk Aedes aegypti bisa saja berkembang biak di tempat-tempat di luar rumah Anda. Artinya, Anda tetap berisiko terkena demam berdarah disebabkan virus dengue tersebut, apalagi mengingat wabah demam berdarah di Indonesia yang terus berulang. Perlindungan yang perlu Anda miliki adalah produk asuransi kesehatan.

Para ahli mengatakan gejala demam akibat infeksi virus dengue dapat muncul secara mendadak. Bila Anda mengalami kondisi ini, Anda pun harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Dengan perlindungan asuransi, Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya pengobatannya karena akan ditanggung perusahaan asuransi. Sebaliknya, tanpa perlindungan asuransi kesehatan, Anda harus mendadak mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk berobat, apalagi bila ternyata Anda harus menjalani rawat inap.

Milikilah asuransi kesehatan yang memberikan manfaat maksimal, seperti Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life. Asuransi Mega Hospital Investa memberikan manfaat berupa santunan rawat inap karena sakit atau kecelakaan, santunan rawat inap ICU/ICCU, santunan meninggal dunia karena sakit dan kecelakaan, serta pengembalian premi (no claim bonus).

Anda cukup membayar 1 premi untuk mendapatkan semua manfaat tersebut. Anda juga dapat memilih jenis uang pertanggungan dari beberapa pilihan rencana yang ditawarkan. Keunggulan lainnya, asuransi Mega Hospital Investa dapat memberikan perlindungan untuk seluruh anggota keluarga karena produk ini dapat menanggung diri sendiri, pasangan (suami atau istri), anak kandung, saudara kandung yang belum menikah, dan orang tua kandung. Di tengah kondisi yang serba tidak menentu seperti sekarang ini, memiliki asuransi kesehatan merupakan salah satu langkah perlindungan terbaik bagi diri sendiri maupun keluarga.

Read Previous

Penjelasan lengkap mengenai INCOTERMS (Istilah Perdagangan Internasional)

Read Next

Cara Memainkan Game Arena of Valor (AOV) pada Komputer atau Laptop

Tinggalkan Balasan