Asal-usul Istilah Battle Royale

Asal-usul Istilah Battle Royale

Spread the love

Battle Royale merupakan genre game yang sedang booming akhir-akhir ini. Dimulai dengan kepopuleran game PUBG (PlayerUnknown: Battleground) yang kemudian semakin diperluas dengan masuknya game Fortnite: Battle Royale ke dalam persaingan dan berhasil naik menjadi game terpopuler di sepanjang tahun 2018 ini.

Tapi tahukah kamu apa sebenarnya yang disebut dengan Battle Royale ? Apa arti sebenarnya dari kata ini? Dan sejak kapan mulai digunakan? Lalu seberapa luas kata ini digunakan sebelum akhirnya memasuki industri game?

Apa artinya Battle Royale ?

Pertama-tama kita akan mulai dari definisi dari Battle Royale itu sendiri. Secara kata per kata, Battle Royale terdiri dari kata Battle dan Royal atau Royale.

Battle sendiri berarti pertempuran, peperangan, perjuangan, bertempur, berjuang, dan melawan. Sementara Royal atau Royale sendiri berarti Raja atau keluarga kerajaan, mewah, megah atau juga bisa digunakan untuk sebutan ukuran kertas 636 × 480 mm alias 63,6 x 48 cm.

Apabila digabungkan, Battle Royale berarti suatu pertempuran yang megah, atau pertempuran yang penuh kekacauan, atau pertempuran yang intens.

Kata “Royale” digunakan untuk menekankan pada  suatu “Battle” alias Pertempuran yang sangat-sangat luar biasa intens dan kacau.

Intinya, Battle Royale itu berarti bertempur satu sama lain sampai hanya ada keluar satu pemenang diantara banyaknya lawan.

Sejarah Battle Royale

Istilah Battle Royale sendiri awalnya digunakan untuk menggambarkan kegiatan sabung ayam (di Luar negeri ya, bukan di Indonesia), dimana ada banyak ayam-ayam yang diadu satu sama lain pada saat bersamaan.

Penggunaan kata tersebut pertama kali pada karya sastra yang dicetak adalah pada tahun 1672 pada karya milik James Howard yang berjudul “All Mistaken, or the Mad Couple”.

Kemudian penggunaan kata tersebut yang merujuk kepada kegiatan sabung ayam adalah pada tahun 1872 oleh Jendral Thomas Perronet Thompson di dalam suratnya yang diberi judul “Audi alteram partem”.

Penggunaan istilah Battle Royale di era modern

Game PUBG ataupun Fortnite, dan yang terbaru adalah pada game papan atas seperti Battlefield V dan Call of Duty, bukanlah salah satu yang pertama menggunakan genre Battle Royale ini.

Beberapa tahun yang lalu, game zombie-survival multiplayer seperti DayZ, H1Z1, dan Rust sudah mempopulerkan konsep Battle Royale ini dimana pemain akan ditempatkan secara acak di area yang rawan, dan harus bertahan hidup menggunakan apa pun yang mereka dapatkan sepanjang permainan.

Tetapi bukanlah industri game yang sebenarnya mempopulerkan genre serta istilah Battle Royale ini, melainkan industri Pro Wrestling.

Pro Wrestling alias pertunjukan gulat profesional (seperti yang kamu bisa lihat di WWF/WWE atau WCW dan bukan yang dipertandingkan di Olimpiade), merupakan salah satu industri yang cukup awal mempopulerkan istilah ini.

Konsep dasarnya adalah mengadu beberapa pegulat yang biasanya jumlahnya banyak, ke dalam ring hingga nantinya akan keluar 1 pemenang. Tipe pertandingan ini berguna untuk memberikan hiburan lebih kepada penonton karena sifatnya yang penuh kerusuhan, dan juga karena pemenang dari pertandingan Battle Royale tentu akan terlihat sangat kuat sehingga bagus untuk mempromosikan pegulat baru.

(Catatan: segala hal yang ada di dalam pro wrestling itu merupakan rekayasa dan pemenangnya sudah ditentukan sebelumnya, jadi ini bukan berantem sungguhan)

Yang semakin mempopulerkan istilah ini ke masyarakat luas justru bukan dari Pro Wrestling yang audiens nya terbatas, melainkan melalui Novel dan Manga ciptaan Koushun Takami dan Masayuki Taguchi yang berjudul “Battle Royale” yang terbit novelnya terbit pada tahun 1999, lalu Manga nya terbit pada tahun 2000 hingga 2005.

Novel dan Manga ini menceritakan tentang dunia Dystopia Jepang, dimana pada dunia tersebut, setiap setahun sekali Pemerintah Jepang akan memilih secara acak satu kelas 3 tingkat SMP dari satu sekolah untuk ditempatkan pada satu pulau terpencil dan setiap anak diharuskan membunuh satu sama lain hingga keluar satu pemenang.

Novel dan Manga yang penuh adegan kekerasan dan seksual ini terbukti cukup populer di kalangan pembaca dan pada akhirnya dibuatkan film live action sebanyak dua seri yaitu Battle Royale pada tahun 2000 dan Battle Royale 2: Requiem pada tahun 2003.

Apabila kamu berfikir, “kok ceritanya mirip-mirip sih dengan film The Hunger Games?” itu memang karena Novel trilogi The Hunger Games yang diterbitkan pada tahun 2008, 2009, dan 2010, memang mengambil genre yang sama yaitu genre Battle Royale.

Novel The Hunger Games sendiri akhirnya dibuatkan film Hollywood nya pada tahun 2012, 2013. 2014, dan 2015 dan merupakan film yang memperkenalkan dunia pada sosok Jennifer Lawrence yang dianggap sukses memerankan karakter utama novel tersebut, Katniss Everdeen.

Pada akhirnya, Battle Royale bukanlah sesuatu yang eksklusif milik satu pihak, melainkan dianggap sebagai suatu genre tersendiri yang bisa diadaptasi oleh siapa saja pada karya apapun selama tidak terang-terangan mencuri plot, nama karakter, nama tempat, judul, dan lain sebagainya.

Semoga artikel singkat ini bisa membantu kamu dalam mengetahui sedikit asal-usul dari apa yang dinamakan dengan Battle Royale.

Jangan lupa untuk Like dan Subscribe, ke channel Asaljeplak.

Tinggalkan Balasan