Apa itu Dropship ? Definisi, Asal-usul, dan Sejarah

Apa itu Dropship? – Bagi kamu yang sedang mencari informasi seputar bisnis online, baik yang tertarrik untuk menjalankan atau hanya baru sekedar ingin tahu saja, kemungkinan pernah mendengar atau membaca mengenai istilah dropship, dropshipper, atau dropshipping. Tapi, apa sebenarnya dropship itu?

Salah satu hal yang paling menarik serta menggiurkan dari bisnis dropship ini adalah peluang untuk bisa dilakukan tanpa modal sepeser pun, asalkan kamu bisa menerapkan strategi serta rencana yang tepat dan terukur tentunya.

Nah, sebelum memulai merancang strategi serta rencana dalam menjalankan bisnis dropship, yuk kita kenali dulu tentang bisnis yang satu ini, mulai dari definisi, asal-usul beserta sejarah, lalu apa saja keuntungan dan kekurangannya dibandingkan model bisnis online lainnya.

Apa itu Dropship ?

definisi-apa-itu-dropship

Jadi, dropship itu apa sih ? “Menjatuhkan kapal”? atau “Kapal Jatuh?” atau apa?

Yah, memang, kalau diliat secara sangat harfiah, drop itu artinya memang “menjatuhkan”, sementara ship bisa berarti “kapal” atau “mengirimkan”, jadi sangat wajar kalau diartikan secara gamblang ke dalam bahasa Indonesia menjadi seperti itu.

Namun, dalam konteks bisnis online, bukanlah demikian artinya.

Definisi Dropship

Dropship adalah proses pengiriman barang yang dilakukan oleh produsen, manufaktur, atau supplier, secara langsung ke pengguna akhir alias konsumen, meskipun pemesanan tersebut dilakukan oleh pihak perantara, yang pada umumnya adalah toko ritel atau toko online.

Jadi, kalau kamu memesan suatu barang dengan metode dropship, itu berarti barang tersebut nantinya akan langsung dikirimkan oleh tempat kamu memesan, ke alamat pembeli yang memesan barang itu dari kamu, atau minimal ke alamat yang berbeda dari alamat lokasi tempat kamu berada.

Penulisan Dropship

Kalau menurut kamus online Merriam-Webster, penulisan dropship adalah menggunakan strip diantara kedua kata, yaitu “drop-ship”, atau “drop-shipping”, dan menurut kamus tersebut istilah drop-ship sudah ada sejak tahun 1926 (meskipun Asaljeplak tidak bisa menemukan catatan sejarahnya di Google).

Lingkup Dropship

Kalau kita memesan ke produsen untuk dikrimkan ke alamat kita apakah itu dropship?

Apabila dilihat dari konteks bisnis dropship yang sedang dibahas ini, maka proses pembelian yang demikian bukanlah dropship melainkan pembelian biasa, meskipun kalau menurut Merriam-webster dropship juga bisa berarti proses pengiriman barang dari produsen (yang memproduksi barang) kepada konsumen (pengguna akhir.

Jadi, kita batasi saja ya istilah dropship di sini hanyalah untuk proses pengiriman barang dari produsen ke konsumen yang pemesanannya dilakukan oleh pihak lain. Mudah-mudahan penjelasan mengenai apa itu dropship sampai di sini bisa kamu pahami.

Dropship vs Makelar vs Reseller vs Afiliasi

Lalu, apa bedanya bisnis dropship dengan bisnis online lainnya seperti menjadi makelar atau broker, reseller, dan afiliasi?

Makelar atau broker adalah bisnis yang dilakukan dengan cara menjual barang atau jasa milik produsen atau suatu vendor dengan harga yang lebih tinggi, kepada pembeli yang memesan dari kita.

Reseller adalah bisnis yang dilakukan dengan cara membeli barang dari produsen atau vendor, untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi.

Afiliasi adalah bisnis yang dilakukan dengan cara merekomendasikan suatu barang atau jasa kepada orang lain, dan nantinya kita akan mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang terjadi apabila yang seseorang yang kita rekomendasikan itu akhirnya membeli atau memesan barang atau jasa.

Jadi bisa dilihat yang paling mendekati definisi dropship adalah bisnis makelar atau broker, karena kalau reseller itu berarti kita harus nyetok barang sementara pada afiliasi kita hanya merekomendasikan saja.

Satu hal yang membedakan antara makelar dengan dropship itu adalah pada proses pengirimannya, dan ini akan tergantung dengan proses bisnis makelar yang dijalankan.

Maksudnya begini, kalau kita sebagai makelar menerima pesanan suatu produk, dan kemudian produk tersebut kita pesan dari produsen atau vendor, dan kemudian produk itu akan dikirimkan oleh vendor ataupun produsen tersebut kepada pembeli yang memesan dari kita, maka itu termasuk ke dalam bisnis dropship.

Sementara kalau produk tersebut akan dikirimkan dulu kepada kita dan kemudian baru kita kirimkan kepada pembeli maka itu tidak termasuk ke dalam kategori bisnis dropship. Simpel, kan?

Asal-usul dan Sejarah Dropship

sejarah-dropship

Setelah memahami apa itu dropship, selanjutnya adalah pembahasan mengenai sejak kapan bisnis dropship ini ada? apakah baru muncul sejak semakin berjayanya era internet dan menjamurnya toko online serta marketplace?

Eits, jangan salah, bisnis dropship ini sudah ada sejak lumayan lama lho, bahkan sebelum ada internet dan toko online. Catatan sejarah dropship paling jauh yang bisa Asaljeplak dapatkan adalah mulai dari tahun 1960-an di Amerika Serikat.

Dropship di era 1960-an s/d 1970-an

Kamu tentu mengenal apa yang disebut dengan katalog produk kan? Contoh umumnya adalah selebaran yang sering dikirimkan ke rumah-rumah oleh toko ritel besar, yang biasanya berisikan daftar produk-poduk yang dijual atau sedang ada promo tertentu.

Nah, metode mengirimkan katalog kepada konsumen ini sudah ada sejak lama, dan pada tahun 1960an toko-toko ritel ternama di Amerika Serikat seperti Sears dan JCPenney rutin mengirimkan katalog-katalog tersebut ke rumah-rumah konsumen.

Konsumen nantinya bisa memesan via telepon dan barang akan segera diproses dan diantar langsung ke rumah mereka.

Strategi promosi dengan katalog tersebut akhirnya terbukti menguntungkan bagi Sears dan JCPenney, namun kemudian timbul masalah dari segi pemenuhan permintaan yang membludak yang menjadikan mereka agak kewalahan menghadapinya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para toko ritel akhirnya membangun gudang khusus untuk menyimpan barang-barang yang sering dipesan dalam jumlah besar, sehingga menjadi mudah dilacak dan dikirimkan kepada konsumen.

Metode penggunaan gudang ini juga digunakan saat ini oleh Amazon, di mana mereka akan membantu menyimpan produk yang kamu jual di gudang mereka, sehingga apabila ada pembeli yang memesan barang yang kamu jual melalui Amazon, maka mereka yang akan mengirimkannya kepada si pembeli tersebut.

Adanya gudang-gudang milik JCPenney dan Sears ini kemudian dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan ritel bernama CompuCard, di mana mereka mencatat produk-produk yang ada di gudang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam katalog milik mereka sendiri dan dijual dengan harga lebih tinggi kepada konsumen mereka.

Jadi apabila ada konsumen yang memesan melalui katalog milik Comp-U-Card, maka pihak CompuCard akan memesan barang tersebut ke gudang milik Sears dan JCPenney untuk kemudian dikirimkan langsung dari gudang ke alamat konsumen.

Metode ini terbukti sukses besar, dan akhirnya dianggap sebagai salah satu metode dropship skala besar yang paling awal terjadi sebelum masuknya era internet.

Dropship di era 1990-an

Masuknya internet ke rumah-rumah konsumen pada tahun 90-an kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan ritel tersebut untuk meng-upgrade katalog mereka menjadi sebuah halaman digital yang bisa diakses melalui internet, dan kemudian beralih menjadi toko online yang juga bisa menerima transaksi.

Kemunculan toko online di internet ini awal-awalnya tidak mendapatkan sambutan hangat, karena banyak orang yang masih tidak percaya untuk menaruh informasi kartu kredit mereka di internet atau melalui suatu website.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi, dan meningkatnya kepercayaan dari konsumen, maka akhirnya membeli melalui toko online sudah menjadi suatu hal yang lumrah, meskipun belum se-umum sekarang-sekarang ini ya.

Peluang tersebut juga akhirnya dimanfaatkan oleh para pebisnis dropship yang ingin memanfaatkan media internet sebagai salah satu media berjualan produk-produk mereka.

Banyak usaha-usaha dot com baru bermunculan di AMerika Serikat, yang mengajukan proposal kepada investor untuk berinvestasi ke toko online mereka, dan dijanjikan keuntungan berlipat ganda. Salah satunya yang paling berhasil adalah pets.com yang berhasil mendapatkan kucuran dana hingga jutaan dollar dari para investor.

Namun sayangnya bisnis toko online di tahun 90-an tetap tidak dapat menarik minat besar dari para pembeli, dan pada akhirnya banyak dari toko-toko online tersebut bangkrut dan merugi, yang diperparah dengan biaya pengiriman dari Amerika Serikat yang membengkak

Rata-rata para toko online ini tidak memproduksi sendiri barangnya, melainkan menggunakan metode dropship untuk memenuhi permintaan pesanan dari seluruh dunia, sehingga biaya pengiriman yang tinggi akan sangat berpengaruh terhadap harga jual mereka yang tidak akan dapat bersaing dengan toko-toko lokal.

Dropship di era 2000-an

Memasuki tahun 2000-an, ada dua perusahaan yang melejit namanya di bidang perdagangan online, yaitu Amazon dan eBay.

Kedua bisnis tersebut diuntungkan dengan metode pasar digital alias marketplace yang ada pada website mereka, sehingga semua orang bisa menjual barang mereka melalui website Amazon dan eBay, tanpa perlu dipusingkan dengan faktor teknis yang ada apabila membuat website sendiri.

Dengan menggunakan platform milik Amazon dan eBay, para penjual akan mempromosikan barang dagangan mereka kepada konsumen mereka sendiri, dan juga dari pihak Amazon dan eBay juga akan mempromosikan website mereka menggunakan produk-produk yang dijual di website mereka.

Jadi dari satu sisi, biaya marketing dan promosi dari para penjual akan sangat berkurang drastis karena toh pemilik website juga mau tidak mau harus mempromosikan website mereka supaya tetap mendapat banyak pengunjung.

Hal ini menjadikan metode dropship menjadi semakin populer dikarenakan kemudahan menjual produk melalui platform milik kedua perusahaan ecommerce tersebut, dan juga kendala teknis dalam membangun toko online tidak lagi dihadapi oleh kebanyakan orang.

Dropship di era 2010-an

Beralih ke tahun 2010-an yang baru saja kita lewati, konsumen sudah semakin terbiasa membeli barang melalui intenet, dan juga ditambah akses internet yang sudah semakin banyak dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Di era ini, Amazon dan eBay tetaplah berjaya, namun keduanya menghadapi tantangan baru yang muncul dari dataran Tiongkok, yaitu kemunculan Alibaba dengan Aliexpress nya yang memperkuat posisi mereka di industri ecommerce global.

Melalui Aliexpress semua orang dapat memesan produk dari para produsen dan dropshipper asal Tiongkok yang kebanyakan harganya akan jauh lebih murah dibandingkan produk-produk yang ditaawarkan oleh produsen asal Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, di era ini juga muncul Shopify dengan bisnis marketplace mereka, yang membuat setiap orang dapat membuat toko online yang unik untuk masing-masing, dengan tampilan yang tidak generik seperti yang ditawarkan Amazon dan eBay.

Pada tahun 2015, Shopify kemudian meluncurkan platform dropship mereka yang diberi nama Oberlo, yang bertujuan untuk memudahkan seiap pemilik toko online di Shopify untuk menjual barang-barang yang ada di Oberlo secara dropship.

Kalau di pasar lokal sendiri, tentunya sudah banyak yang kenal dengan marketplace yang marak di sini seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Jakmall, dan lain sebagainya, yang sebagian besar penjual juga menerapkan sistem dropship

Kelebihan dan Kekurangan Dropship

apa-itu-dropship-kelebihan-kekurangan

Setelah mengerahui apa itu dropship dan sedikit sejarah dropship, selanjutnya kita akan melihat apa saja kelebihan dan kekurangan dropship dibandingkan dengan metode bisnis online lainnya, antara lain sebagai berikut:

Kelebihan Dropship

  • Modal yang minim, bahkan bisa tanpa modal, karena tidak harus stok barang,
  • Siapa saja bisa memulai usaha dropship,
  • Pilihan barang yang dijual tidak terbatas, bisa menjual apa saja,
  • Tidak ada biaya operasional, hanya perlu fokus di pemasaran dan promosi,
  • Bisa menjual dari mana saja.

Kekurangan Dropship

  • Profit yang relatif kecil,
  • Persaingan ketat,
  • Kurangnya kontrol atas ketersediaan produk,
  • Kesulitan perhitungan biaya pengiriman, terutama apabila lokasi produsen / supplier tersebar,
  • Kesulitan dalam mengontrol atau menjaga kualitas produk,
  • Kurang fleksibel menghadapi permintaan konsumen.

Strategi Bisnis Dropship

apa-itu-dropship-strategi-bisnis

Dalam menjalankan bisnis dropship, ada beberapa tantangan yang harus kamu hadapi dan atasi supaya bisnis milikmu dapat berjalan lancar dan tentunya menghasilkan keuntungan, dan tentunya menyusun strategi yang tepat untuk menghadapinya.

Tantangan Dropship

Beberapa tantangan bisnis dropship yang harus kamu bisa atasi sebelum memulai dan saat menjalankan bisnis dropship antara lain:

  • Mencari supplier yang berkualitas, baik secara produk, layanan pelanggan, maupun pengiriman,
  • Merancang proses bisnis yang tepat, mulai dari alur promosi, penjualan, pemesanan, hingga kepada pengiriman barang,
  • Menentukan margin profit atau keuntungan supaya tetap bersaing namun tidak membuat rugi,
  • Bersiap menghadapi kendala dalam pengiriman pesanan, mulai dari ongkos kirim hingga mengawasi proses pengiriman hingga sampai tujuan,
  • Memasarkan produk yang akan dijual menggunakan metode dropship.

Strategi Dropship

Setelah memahami apa saja tantangan yang ada dalam bisnis dropship, selanjutnya adalah menentukan strategi yang tepat untuk mengatasinya. Beberapa rekomendasi yang bisa kamu coba antara lain:

  • Menjalin kerja sama dengan supplier yang terpercaya,
  • Jangan asal pilih supplier, perhatikan kualitas produk dan layanan mereka terlebih dahulu melalui review dan ulasan yang ada,
  • Tentukan media penjualan, apakah membuat toko online sendiri atau menggunakan platform marketplace yang ada,
  • Tentukan margin keuntungan yang cukup, jangan khawatir akan kalah bersaing selama kamu memberikan nilai tambah pada layanan yang kamu tawarkan, misalnya customer service 24 jam, pelayanan yang ramah, dan lain sebagainya,
  • Pelajari secara mendalam mengenai pengiriman, tidak hanya sekedar ongkir saja tetapi juga perhitungan berat, dimensi, dan perbedaan dari masing-masing tipe layanan pengiriman dari masing-masing kurir,
  • Pilih metode promosi yang tepat, apakah menggunakan fasilitas iklan yang ada di marketplace, menggunakan ads pada media sosial, atau melalui Google Ads.

Lebih lengkapnya mengenai strategi berjualan dengan metode dropship ini mungkin akan lebih baik Asaljeplak berikan di artikel mendatang ya, jadi terus pantai website  dan channel youtube Asaljeplak untuk update terbaru.

Kesimpulan

Setelah memahami apa itu dropship, sejarahnya, dan juga kelebihan, kerugian, serta gambaran strategi yang bisa kamu coba, bisa disimpulkan bahwa bisnis dropship ini merupakan salah satu bisnis yang paling cocok dicoba untuk kamu yang baru memulai.

Tentunya hal itu dikarenakan bisnis ini sangat minim modal dalam hal pengadaan produk, meskipun tentunya untuk dapat menjalankan bisnis dropship yang sukses memerlukan modal promosi dan pemasaran yang cukup sehingga dapat lebih bersaing dengan kompetitor.

Saran Asaljeplak sih sebaiknya kamu mulai dan coba saja dulu menjual barang dengan metode dropship supaya kamu bisa lebih memahami apa-apa saja kendala dan keuntungan yang bisa didapatkan dari bisnis jenis ini, sehingga lama kelamaan kamu akan bisa mengatasinya.

Semoga artikel mengenai apa itu dropship ini bisa membantu kamu yang masih kebingungan dalam menjalankan model bisnis ini. Apabila ada pertanyaan, kritik, saran, ataupun revisi, silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar di bawah ini.

BACA JUGA  Ternyata Sayap Burung Ini yang Menginspirasi Pembuatan Drone

Read Previous

Contoh Surat Lamaran Kerja HRD dalam Bahasa Inggris

Read Next

Koleksi Kata Mutiara tentang Ibu dalam Bahasa Inggris beserta artinya

One Comment

Tinggalkan Balasan