6 Tips Menghadapi Anak yang Masuk Usia Remaja

Menjadi remaja itu sulit, dan menjadi orangtua dari seorang remaja sering kali dapat terasa lebih sulit. Penting untuk diingat bahwa Anda sebagai orang dewasa dan sosok orang tua adalah panutan terbaik bagi anak Anda yang sudah beranjak remaja, sehingga perilaku Anda penting untuk mengajarkan anak remaja bagaimana harus bersikap.

Bayangkan anak kecil Anda yang cantik, bahagia, dan tersenyum tiba-tiba mulai berdebat, berteriak, dan membanting pintu. Terlebih lagi, mereka tiba-tiba ngelunjak, dan mungkin lebih tinggi dari Anda.

Apa pun yang Anda sarankan salah, dan Anda terkadang merasa ingin kembali ke masa saat anak tersebut masih balita. Ini adalah saat yang menegangkan, terutama jika Anda memiliki hal-hal lain yang perlu dikhawatirkan, seperti anak atau adiknya yang lebih muda, pekerjaan, atau orang tua Anda sendiri.

Namun, kabar baiknya adalah bahwa ada beberapa cara yang relatif mudah untuk mengatasinya. Berikut 6 Tips yang bisa anda lakukan untuk menghadapi anak remaja:

Sayangi Diri Sendiri

Penting untuk terus merawat diri sendiri ketika Anda sedang stres. Ketika Anda sudah mulai malas sehingga tidak makan, karena Anda ‘terlalu lelah untuk memasak’, atau terjaga di malam hari karena mengkhawatirkan keadaan, ada baiknya Anda mulai meluangkan waktu ekstra untuk merawat diri sendiri dan juga semua anggota kelurga Anda.

Cobalah untuk memastikan bahwa Anda, dan semua orang dalam keluarga, makan makanan seimbang yang sehat. Istirahat yang cukup, dan ajak anak remaja Anda untuk melakukannya juga.

Penelitian menunjukkan bahwa jauh lebih mudah untuk mengatasi stres, termasuk di dalam keluarga, jika memiliki tubuh yang bugar dan mental yang sehat. Jika Anda mulai merasa stress, ada baiknya Anda mulai berolahraga kecil, dan berikan waktu luang bagi Anda untuk sejenak jauh dari keluarga. Orang tua yang bahagia sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan anak juga.

Tetap Tenang

Mungkin sulit untuk tetap tenang dan fokus ketika berbicara dengan anak remaja. Mereka memiliki kemampuan unik untuk membuat kita marah dan menguji kesabaran orang tua. Jika Anda merasa marah, tarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, dan jangan takut untuk mengatakan sesuatu seperti, “Mama/Papa akan mengambil waktu beberapa menit sebelum menjawab, karena Mama/Papa mulai sedikit marah, dan Mama/Papa tidak ingin membahas ini ketika Mama/Papa marah. ”

Ini tidak hanya akan membantu Anda untuk tenang, tetapi juga memberi contoh perilaku yang diinginkan kepada anak remaja Anda dan menunjukkan kepada mereka bagaimana harusnya berperilaku di dalam situasi yang mungkin bisa menjadi tidak terkontrol.

Bicara dan Dengarkan

Pastikan Anda menjaga komunikasi Anda tetap terbuka dengan anak remaja Anda. Anda. Luangkan waktu untuk sesekali mengajak Anak anda berdiskusi, beri mereka kesempatan mereka untuk berbicara, dan ajukan pertanyaan umum, lalu dengarkan tanggapannya.

Jika Anda khawatir tentang perilaku tertentu anak Anda, hindari menantang mereka secara langsung. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah misalnya dengan memberikan informasi di website dan meminta mereka untuk membacanya.

Miliki Batasan

Sama seperti balita dan anak kecil, anak remaja pun membutuhkan batasan. Kompromi akan jauh lebih mudah dilakukan jika orang tua dan Anak memiliki hal yang mereka setujui bersama dibandingkan memaksakan kehendak yang harus dilakukan oleh anak.

Biarkan Anak Anda Memiliki Privasi

Anda juga harus membiarkan anak remaja memiliki waktu sendirian agar mereka dapat menemukan dan menciptakan identitas mereka sendiri, dimana hal ini memungkinkan mereka merasa bahwa mereka tumbuh dewasa. Namun juga Anda perlu menekankan untuk mereka tetap menghabiskan waktu bersama Anda dan anggota keluarga lain, agar hubungan tetap harmonis dan terjaga.

Jangan menyerah pada perilaku buruk

Seperti halnya balita, remaja akan menggunakan segala cara yang ada untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Jika Anda menyerah pada perilaku buruk, mereka akan menggunakannya lebih sering dan Anda akan memperkuat perilaku seperti itu, dimana mungkin tidak akan baik ke depannya.

Sebagian besar remaja umumnya mengetahui perilaku buruk, dan apabila mereka melakukannya. Mereka sering tidak terlalu menyukai diri mereka sendiri selama masa remaja. Sehingga penting sekali anak Remaja perlu tahu bahwa Anda masih mencintai mereka. Dan mungkin sama pentingnya, Anda harus ingat bahwa Anda masih mencintai mereka.

Mereka mungkin bukan lagi anak laki-laki atau perempuan yang manis dan menyenangkan (dan penuurut), tetapi ini masih anak Anda, dan mereka membutuhkan Anda. Beri mereka pelukan dari waktu ke waktu, buat makanan favorit mereka, atau bawa mereka ke suatu tempat yang bagus sesekali. Ini akan mengingatkan bahwa Anda dan anak Anda merasa penting satu sama lain.

BACA JUGA  [INFOGRAFIK] Data dan Fakta tentang Rokok

Read Previous

Tanda-tanda Seseorang Menderita Borderline Personality Disorder (BPD)

Read Next

5 Tips Backpacking Ke Eropa Pada Saat Musim Dingin

Tinggalkan Balasan