Inilah 5 Gejala Kanker Darah yang Wajib Diketahui

Berikut ini beberapa gejala kanker darah yang perlu diketahui, mulai dari mudah memar hingga tubuh yang sering nyeri terutama pada persendian.

Penyakit yang paling menakutkan saat ini mungkin adalah kanker; karena selain belum ditemukan obatnya, penderitanya akan merasakan berbagai gejala yang menyakitkan dan menghentikan aktivitas, dan pengobatan yang tidak mudah dan murah.

Pada umumnya kanker bersifat padat dan tumbuh menyerupai benjolan yang bisa terjadi di semua organ tubuh. Namun, kanker darah bersifat cair karena sel yang diserang adalah sel darah putih.

Kanker darah terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih (leukosit) secara berlebihan, dimana sebagian sel darah putih itu berubah sifat menjadi ganas, yang mengakibatkan sel darah putih yang seharusnya menjadi pelindung dan mekanisme pertahanan untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus dari luar, justru menekan trombosit (platelet atau keping darah) dan eritrosit (sel darah merah).

Meningkatnya jumlah volume sel darah putih yang mengganas dalam darah dapat menyebabkan masalah pada organ lain seperti otak, gusi, kulit, tulang, hati, limpa, dan testis. Hal tersebut tidak dapat diatasi dengan mudah, karena sel darah putih ganas tersebut ikut mengalir dalam pembuluh darah bersamaan dengan sel darah merah dan platelet.

Serangan sel darah putih yang mengganas terhadap organ di dalam tubuh dapat dilihat sebagai gejala. Gejala kanker darah pada dasarnya sulit untuk dikenali kerena tidak memiliki ciri-ciri yang khas dan bahkan sering dikira gejala penyakit lainnya. Namun jika Anda mengalami lebih dari dua gejala di bawah, maka anda sebaiknya waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter karena dikhawatirkan ini adalah gejala kanker darah yang mungkin Anda idap:

Darah Sukar Membeku

Meningkatnya volume sel darah muda (promielosit) dalam darah, otomatis akan mengacaukan volume produksi sel darah merah dan platelet. Karena sel darah putih tidak memiliki tingkat maksimal dalam melakukan perlawanan terhadapat bakteri dan virus yang datang, maka tubuh akan dengan mudah terkena infeksi.

Infeksi yang merusak dinding pembuluh darah akan sulit dibekukan, karena jumlah platelet yang berkurang. Pun jika terjadi luka pada fisik seseorang yang menderita kanker darah, maka pendarahan akan sulit dihentikan. Seorang penderita kanker darah tidak memiliki darah berwarna merah pekat; warna darahnya adalah merah muda, yang menunjukkan bahwa jumlah sel darah putih lebih banyak dari yang seharusnya.

Rentan Terhadap Infeksi

Kanker darah terjadi karena sel darah putih yang abnormal, yang mengakibatkan ketidakmampuan sel darah putih dalam melawan bateri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini membuat tubuh jadi rentan terkena infeksi dan sering mengalami demam.

Umumnya demam pada penderita kanker darah sering terjadi dan berlangsung selama beberapa hari dengan kenaikan suhu yang mencapai lebih dari 38 derajat celsius.

Mudah Memar dan Mudah Berdarah

Penderita kanker darah juga sering mengalami pendarahan dan memar di bagian tubuh akibat berkurangnya fungsi platelet sebagai agen pembeku darah.

Rendahnya jumlah platelet dalam tubuh mengakibatkan keterlambatan pembekuan darah, yang mengakibatkan proses penyembuhan terhambat dan muncul bintik-bintik merah atau memar keunguan yang disebut petechiae, akibat adanya perdarahan minor di dalam kulit, yang lama sembuhnya.

Anemia

Gejala anemia dapat terlihat melalui warna kulit yang pucat, lemas, dan sesak karena berkurangnya hemoglobin dalam darah. Gejala lainnya, pasien mudah terkena infeksi dan penurunan berat badan. Pada tingkatan yang lebih akut, penderita anemia dapat mengalami pembesaran kelenjar getah bening, perasaan mual dan ingin muntah, dan membesarnya (bengkak) hati dan limfa.

Perlu diketahui bahwa anemia adalah salah satu gejala kanker darah, namun bukanlah faktor tunggal penentu kanker darah. Seseorang yang terkena kanker darah sudah pasti menderita anemia. Namun tidak setiap penderita anemia berujung mengidap kanker darah.

Nyeri Pada Sendi dan Tulang

Penderita kanker darah biasanya sering merasakan nyeri pada persendiannya dan di bagian tulang belakang yang disebabkan oleh sel darah putih ganas atau kanker yang mulai berkembang.

Sel-sel darah putih abnormal ini suka berkumpul di dalam sendi atau dekat dengan permukaan tulang. Rasa nyeri ini kadang-kadang sangat intens hingga membuat penderita kanker darah mengalami demam tinggi.

Selain nyeri di bagian sendi dan tulang belakang, penderita kanker darah juga sering merasakan nyeri di bagian perut akibat organ hati dan limpa yang mengalami pembengkakan.

Selain dari lima gejala di atas, penderita kanker darah juga dapa mengalami gejala lainnya seperti sering mimisan, peradangan gusi, mual, demam, menggigil, sakit kepala, nafsu makan menurun, penurunan berat badan secara drastis, dan berkeringat secara berlebihan di malam hari.

Jika anda sering memperlihatkan gejala-gejala di atas, ada baiknya anda segera ke doker untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan mendiagnosa berdasarkan gejala dan keluhan yang anda rasakan, dan juga riwayat hidup dan keluarga anda, sebelum masuk ke tahap pengecekan laboratorium.

Anda tidak perlu khawatir sampai pemeriksaan muncul dan menyatakan bahwa anda menderita penyakit kanker darah secara positif. Lebih baik mengetahui sedini mungkin masalah yang terjadi pada tubuh anda, sehingga penanganannya dapat dilakukan sejak dini.

BACA JUGA  kiat menghadapi pilihan dan solusinya a la asaljeplak

Read Previous

2 Cara Mengubah Ukuran Slide di Powerpoint

Read Next

Cara cek sisa pulsa dan kuota internet IM3

Tinggalkan Balasan