Istilah-Istilah yang Sering Dipakai dalam Hosting dan Domain

Berikut ini adalah istilah-istilah yang sering dipakai dalam hosting dan domain untuk kamu ketahui supaya bisa menambah wawasan.

Mengelola suatu website dengan benar dapat menjadi sebuah penghasilan yang nyata. Kamu tidak harus selalu membuka toko online untuk bisa mendapatkan banyak penghasilan melalui dunia online. Bisa juga dengan menarik minat perusahaan lain untuk beriklan di website. Pastinya hal itu hanya bisa berlaku saat trafik di website kamu tinggi.

Sebelum memulai berlangganan hosting dan domain di DomaiNesia, maka perlu untuk mengetahui beberapa istilah yang penting dipakai dalam suatu dunia website. Mengetahui istilah-istilah tersebut dapat membantu kamu dalam mengelola website nantinya. Langsung saja simak beberapa istilah yang perlu diketahui berkaitan domain.

Pemilik Domain

Siapapun yang ingin menggunakan domain memang perlu membayar dan orang yang sudah membayarnya disebut pemilik domain. Hanya saja, domain tersebut mirip dengan rumah yang disewakan, sehingga perlu diperpanjang. Apabila tidak memperpanjang sewa rumah, maka tidak dapat menghuninya. Bisa dikatakan menggunakan domain mirip dengan penggambaran itu.

Apabila sang pemilik tidak ingin memperpanjang domain, maka websitenya suatu saat tidak akan bisa diaktifkan kembali. Hal itu terjadi pada masa penghapusan domain. Orang lain atau pendatang baru di dunia website memiliki hak untuk menggunakan nama domain tersebut. Besarnya biaya yang harus dibayarkan bergantung dari paket yang dipakai.

Menggunakan domain juga tidak bisa dilakukan tanpa adanya hosting. Kamu yang ingin membuat website perlu membayar keduanya, baik domain maupun hosting. DomaiNesia juga menyediakan paket hosting gratis domain dengan harga terjangkau mulai dari Rp 32.000.

BACA JUGA  Review DomaiNesia : Penyedia Domain dan Hosting Termurah

Baca juga : cara merubah jpg to pdf

IP Address

Istilah berikutnya yang perlu dipahami berkaitan domain adalah mirip dengan alamat rumah yang memiliki lintang dan bujur. Kamu akan bisa menemukan lokasi pemilik domain dengan menggunakan bantuan sistem GPS. Biasanya hanya menunjukkan dimana letak berdasarkan negara saja tidak sampai mendetail sama saat kamu membaca peta di Google Maps.

Ada banyak tool yang dapat dipakai untuk mengetahui server website berada di negara mana. IP address tersebut juga bisa saja merujuk pada komputer maupun media lain yang dapat mengakses jaringan internet. Biasanya ada dalam bentuk deretan numerik yang panjang.

Content Management System (CMS)

Dalam dunia hosting dan domain terdapat software yang dapat dipakai membangun website tanpa melalui pemrograman. Hal tersebut memungkinkan orang yang tidak memiliki skill pemrograman tetap dapat mengelola sebuah website. Dengan menggunakan software tersebut membuat pemilik website dapat mengubah desain, konten, dan integrase  ke banyak plugin.

Ada berbagai macam jenis CMS yang biasa ditawarkan provider hosting dan domain. Seperti WordPress, Joomla, dan Drupal. Klien dapat memilih untuk menggunakan satu CMS saat hendak berlangganan hosting dan domain. Masing-masing dari CMS tersebut memiliki portfolio yang berbeda-beda.

Shared Server

Setiap data yang ada dalam website akan disimpan dalam server. Salah satu jenis server yang biasa ditawarkan kepada klien dengan harga paling rendah adalah shared server. Jenis server tersebut memiliki kelemahan berupa pembatasan kuota untuk setiap klien, karena ada lebih satu klien yang menggunakan server yang sama.

Ketika ada satu klien yang tiba-tiba memiliki trafik tinggi dan melebihi kuota, maka itu bisa sangat merugikan klien lainnya. Jadi website yang menggunakan shared hosting bisa-bisa mengalami loading lemot akibat ada klien yang tinggi trafiknya.

BACA JUGA  Cara Menaikkan Traffic Blog Secara Organik

Virtual Private Server (VPS)

Salah satu jenis hosting yang mampu dipakai untuk membagi server dan tingkatannya setahap lebih tinggi daripada shared server adalah Virtual Private Server (VPS). Server virtual tersebut dapat disewa oleh banyak klien juga. Pada VPS limitasi yang ada lebih jelas daripada shared server. Ketika ada klien yang sudah habis kuotanya, maka tidak akan mengambil jatah klien lain.

Menggunakan VPS dapat mencegah terjadinya website lemot diakses apabila ada klien lain yang sedang tinggi trafiknya. Sedangkan kekurangan dari VPS adalah harga yang lebih tinggi daripada shared server. Kekurangan lainnya dari jenis server ini yakni kemampuan atau performa yang berkurang, karena resource harus dibagi dengan klien lainnya.

Disk Space

Setiap provider yang menawarkan layanan hosting dan domain pasti memberikan fitur berupa disk space. Istilah disk space adalah suatu kapasitas yang dipakai dalam menyimpan data-data yang ada di website. Setiap provider menyediakan disk space yang berbeda dan data yang dimaksud bisa berupa apa saja yang ada dalam website.

Misalkan saja file gambar, video, artikel, dan lain sebagainya. Apabila suatu provider menyediakan disk space sebesar 300 Mb, itu berarti klien hanya bisa menaruh data maksimal sebesar 300 Mb. Tidak bisa lebih dari batasan 300 Mb. Jika ingin menambah jumlah kapasitas penyimpanan, maka perlu untuk upgrade paket.

Kamu yang sudah memahami banyak hal tentang dunia hosting dan domain, dapat segera menerapkan pengetahuan tersebut dengan memesan di DomaiNesia. Ada paket terjangkau yang bisa dipakai untuk kamu yang ingin membangun toko online, startup, develop website, dan lain-lain. Setidaknya ada tiga paket yang bisa dipakai klien yakni Extra, Super, dan Monster.

Read Previous

5 Cara Memilih Genset Portable Berkualitas

Read Next

Cara Menyimpan File Microsoft Word menjadi PDF

Tinggalkan Balasan